Pertegas Kategori Usia di Pelatnas

PBSI Rencanakan Pemutihan Hukuman Pencurian Umur

Sabtu, 31 Desember 2016 | 16:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Jonatan Christie

INDOPOS.CO.ID - Gebrakan baru sudah disiapkan pengurus PP PBSI di bawah pimpinan Wiranto. Demi memuluskan pembinaan di Pelatnas Cipayung, para pebulu tangkis akan dikelompokkan dalam dua kategori usia. Sebelumnya, pelatnas tidak mengelompokkan pemain dalam kategori usia.

Kabid Binpres PP PBSI Susi Susanti menjelaskan, penerapan pembagian kategori usia itu akan dilakukan mulai 2017. Ada kelompok pratama dan utama. Pratama berisi pemain di bawah usia 17 tahun. Lalu, utama dihuni para pebulu tangkis di atas 17 tahun hingga senior.

Kebijakan tersebut diharapkan bisa memudahkan PBSI memberikan treatment buat pebulu tangkis. ’’Sebelumnya, semua atlet pelatnas masuk utama. Jadi, yang muda kurang bisa mengejar,’’ jelasnya. Lebih lanjut, Susy menuturkan, langkah itu dilakukan agar program yang disiapkan lebih tepat sasaran.

Sementara itu, legenda tunggal putra Indonesia Alan Budikusuma mengungkapkan, pelatnas sekarang memang terus didorong untuk berkembang. Khusus tunggal putra, Alan menilai potensi anak-anak muda di Cipayung akan lebih terarah dengan ditempatkan di kompetisi level dua.

Misalnya, grandprix atau grandprix gold. ’’Kalau dipaksakan di superseries, nanti mereka kesulitan. Sebab, di awal pertandingan, mereka sudah ketemu unggulan,’’ katanya kepada koran ini. Pria yang menjabat Kasubbid Sponsorship PP PBSI itu kini juga lebih mempunyai waktu untuk berbagi pengalaman dengan para pebulutangkis Cipayung.

’’Komposisinya bisa 70 persen main di grand prix, sedangkan sisanya di event superseries,’’ ungkap peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

Pada kesempatan yang sama, pemanggilan pebulutangkis baru untuk Pelatnas 2017 akan disampaikan pada 5 Januari. Saat itu juga, akan terlihat sosok pelatih dan pebulu tangkis yang mengisi skuad Pelatnas Cipayung. Pada kesempatan yang sama, PP PBSI membuat kebijakan baru lainnya, yaitu pemutihan buat pebulu tangkis yang mencuri umur. Program itu diadakan untuk menghindarkan destruksi pembinaan sejak level junior.

Kabidbinpres PP PBSI menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memantapkan program lain yang sudah berjalan di Pelatnas Cipayung. Selama ini, ketika ada pebulu tangkis yang mencuri umur, PP PBSI selalu memberikan sanksi tegas, baik denda uang maupun larangan bertanding di kejuaraan resmi PBSI.

Contoh nyatanya adalah sanksi saat muncul pencurian umur yang dilakukan tiga pebulu tangkis muda, Della Apriya Anggraini (PB FIFA Badminton Club Sidoarjo), Tiara Ayuni Wulandari (Exist Jakarta), dan Imka Putrama Arlin (Djarum Kudus). Mereka terjerat razia rutin yang dilakukan PBSI. Sanksi pun dijatuhkan PBSI pada Oktober 2016.

Situasi tersebut tidak dikehendaki pengurus baru PP PBSI. Susi menuturkan, sebagai langkah persuasif, timnya akan memberikan kebijakan khusus dengan syarat yang bersangkutan mau mengaku. ’’Sementara akan kami putihkan biar tidak mengganggu perkembangan pemain muda lainnya,’’ ujar Susi. (nap/c5/ady)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%