Korban Oplosan, 3 Bonek Masih Dirawat

Rabu, 11 Januari 2017 | 22:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

Kematian suporter Persebaya di Subang, Jawa Barat menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo. Selain tujuh orang dinyatakan meninggal dunia, dari data di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur masih ada tiga suporter yang dikenal dengan bonek masih sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari tiga orang tersebut, dua di antaranya berada di RSUD Rembang dan satu orang berada di RSUD Subang.

“Kami masih pantau terus perkembangan kesehatan mereka. Ada kabar dari teman suporter jika salah satu orang yang dirawat sudah diperbolehkan pulang,” kata Camat Waru Fredik Suharto pada Rabu (11/1).

Rinciannya, yang dirawat di RSUD Rembang adalah Wahyu Putra, 21, asal Desa Wedoro dan Sarif, 22, asal Desa Kureksari.

Sedangkan yang dirawat di RSUD Subang adalah Anton, 18, asal Desa Wedoro. Informasi lain menyebutkan di RSUD Subang ini sebetulnya ada satu lagi yang masih dirawat yakni Aditia Permana Putra, 18.

Dia ini adalah adiknya Cahya Kurniawan alias Wawan, salah satu bonek yang telah tewas dan dimakamkan di Jombang.

Fredik Suharto mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di Rembang maupun Subang untuk memantau kesehatan para bonek.

Selain itu, pihaknya juga mendirikan posko untuk pusat informasi bagi keluarga yang tidak bisa berangkat ke Jawa Tengah dan ingin mengetahui kabar anaknya.

“Informasi sekecil apapun tetap kami tampung agar masyarakat yang ingin mendapat kabar terbaru kondisi anaknya atau keluarganya bisa dilayani,” katanya.

Fredik juga menjelaskan Pemkab Sidoarjo juga memberikan santunan pada keluarga bonek yang telah meninggal dunia.

Santunan tersebut diserahkannya langsung pada keluarga korban dengan disaksikan oleh perangkat desa.

“Santunan itu bentuk rasa belasungkawa kami pada keluarga korban. Ketujuh keluarga korban sudah menerimanya dan saat ini kami fokus untuk membantu keluarga korban yang anaknya masih berada di Rembang atau Subang,” terangnya.

Seperti diketahui sekitar 23 supoerter Persebaya dari Waru melakukan perjalanan ke Bandung dengan menumpang kendaraan bak terbuka.

Namun, rombongan tersebut singgah terlebih dulu ke Subang dan kemudian melakukan pesta miras. Keesokan harinya, satu persatu suporter tersebut meninggal dunia dengan dugaan keracunan miras oplosan.

Sementara itu Kasatnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto mengatakan, pemberantasan miras selama ini sudah dilakukan sejak munculnya kasus warga Jabon
yang meninggal diduga minuman oplosan.

Pihaknya mengaku menyatakan perang terhadap miras. “Antisiapasi sudah kami lakukan jauh-jauh hari sebelum tragedi ini. Kami terus berantas peredaran miras di Sidoarjo,” tegasnya.(gun/jee/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%