Kembalinya Persema Bikin Persiba Makin Pusing

Rabu, 11 Januari 2017 | 23:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Stadion Gajayana kemungkinan akan dipakai oleh Persema Malang.

INDOPOS.CO.ID - Keinginan Persiba Balikpapan menggunakan Stadion Gajayana sebagai homebase sementara bisa jadi tidak kesampaian. Pasalnya, sang "empunya" stadion, Persema Malang akan kembali berpentas  di bawah naungan PSSI, tepatnya di Liga Nusantara.

Sesuai hasil Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Minggu (9/1), kompetisi di Tanah Air akan aktif per Maret 2017. Tujuh klub yang sempat dihukum kini statusnya dipulihkan. Salah satunya Persema Malang. Mereka diperbolehkan kembali berkompetisi di Liga Nusantara. 

Dengan kembalinya Persema, peluang Beruang Madu —julukan Persiba— meminjam Stadion Gajayana sebagai homebase sementara kian menipis. Tentu, manajemen Persema memilih memaksimalkan stadion tersebut untuk timnya sendiri.

Tak berbeda dengan Stadion Kanjuruhan yang notabene jadi markas Arema FC dan Stadion Sultan Agung kandang Persiba Bantul. Satu-satunya pilihan menganggur adalah Stadion Benuo Taka di Penajam Paser Utara (PPU). Sebab, Penajam Utama yang akan berkompetisi di Liga Nusantara kecil kemungkinannya menggunakan stadion tersebut. Biasanya, untuk wilayah Kaltim diputar di Samarinda.

Sayang, kondisi Stadion Benuo Taka masih belum lolos verifikasi. Dan, banyak meninggalkan pekerjaan rumah untuk Pemkab PPU. Minimal, Pemkab harus menyelesaikan tambal sulam lapangan. Ada beberapa titik mengalami kerusakan, mulai kerikil yang muncul ke permukaan hingga kondisi lapangan bergelombang.

Selain itu, bangunan berkapasitas 7 ribu penonton tersebut perlu penambahan tribune terbuka. Ini untuk mengakomodasi suporter dari kalangan menengah ke bawah. Penerangan juga wajib dapat perhatian. Ini syarat mutlak supaya bisa menggelar pertandingan malam hari.

Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher mengatakan, kembalinya Persema sebagai anggota PSSI memang memberi dampak. Namun, dia tidak menyerah untuk mendapat belas kasih Pemkot Malang supaya bisa bergantian dengan Persema menggunakan Stadion Gajayana. “Kami masih belum tahu. Bisa atau tidak meminjam stadion itu (Gajayana, Red). Yang pasti, kami berusaha terlebih dahulu,” tuturnya kemarin (9/1).

Rencananya, malam ini, manajemen Beruang Madu menggelar rapat internal di Sekretariat Persiba untuk membahas dan memutuskan stadion mana yang digunakan musim ini. “Dalam rapat tersebut, akan kami bahas semua kemungkinan. Termasuk bermain di Penajam,” tuturnya.

Dalam sepak bola, sebenarnya tidak ada larangan dua tim menggunakan stadion yang sama. Contohnya klub raksasa asal Italia, yakni Inter Milan dan AC Milan yang harus saling berbagi menggunakan Stadion Giuseppe Meazza. Juga Lazio dan AS Roma ketika menggunakan Stadion Olimpico. Jika jadwal dikelola dengan baik, Persiba mungkin bisa menggunakan stadion yang sama dengan klub lain.

Apalagi, Persiba hanya meminjam stadion selama tiga bulan, atau sampai Juni 2017. Kalau sesuai rencana, Stadion Batakan Balikpapan bisa digunakan setelah itu. Artinya, Persiba bisa pulang ke Kota Beriman. Berdasar media visit akhir tahun lalu, pengerjaan tahap III hampir rampung. Para pekerja menyelesaikan pemasangan lampu dengan tenaga 2.500 watt. Juga menanam rumput yang didatangkan dari Malang. Ditarget, akhir bulan ini penanaman rumput selesai.

Jika selesai, empat bulan setelahnya, bangunan yang diklaim mirip Stadion Emirates, markas klub asal Inggris, Arsenal, boleh digunakan. Rumput yang ditanam sudah tumbuh maksimal. “Kembali ke Balikpapan memang jadi opsi selanjutnya. Dengan adanya pemasukan dari penjualan tiket akan membantu pengeluaran besar selama main di luar,” tutur Syahril.

Kendati demikian, mentas di Balikpapan jadi opsi paling terakhir. Pria yang juga menjabat sebagai Presiden PT Liga Indonesia (LI) tidak mau kembalinya Persiba justru menimbulkan konflik. “Kalau masih semrawut, ya lebih baik kami main di luar, daripada tambah rusak. Sayang uang besar yang dikeluarkan Pemkot jadi sia-sia karena kami menggunakan stadion tidak tepat waktu,” terangnya.

Terpisah, PPK pembangunan Stadion Batakan Balikpapan Pekerjaan Umum (PU) Andi Muhammad Yusri Ramli Yusril mengatakan, pengerjaan tahap III hampir rampung. Saat ini, pemasangan lampu sudah selesai, tinggal mengatur posisi. Pun pemasangan atap yang menyisakan bagian sudut. “Semua pekerjaan akan kami selesaikan akhir Januari ini. Termasuk penanaman rumput yang sudah 60 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) Puguh Sumitro mengatakan, saat ini pihaknya masih belum bisa memulai pekerjaan. Sebab, keperluan dana Rp 20 miliar untuk menyulap Benuo Taka belum tersedia. “Saat ini, anggaran masih belum ada. Maaf ya, saya belum bisa terlalu banyak komentar,” ujar Puguh. (ndu/bby/k11/ira/JPG)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%