Akibat Terjadi Korban Longsor

Batal Kejar Juara Karena Kemanusiaan di Etape 9

Kamis, 12 Januari 2017 | 10:01
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
juara bertahan Reli Dakar Stephane Peterhansel

INDOPOS.CO.ID- Pantas jika juara bertahan Reli Dakar Stephane Peterhansel menyebut rekan setimnya Sebastian Loeb layak menjadi juara musim ini. Salib-menyalib antarpembalap Peugeot itu terus berlanjut. Loeb menjadi yang tercepat di Etape 8 dan berhak mengambil alih posisi puncak klasemen dari rekan setimnya Peterhansel.

Lomba melewati rute yang membantang dari Uyuni di Bolivia menuju Salta di Argentina. Jaraknya 492 kilometer dan dipisahkan zona netral di perbatasan dua negara. Namun jarak rute di wilayah Bolivia harus diperpendek akibat hujan lebat yang terus terjadi. Keputusan itu membuat jarak rute terpangkas 73 kilometer.

Juara bertahan Peterhansel menjadi yang tercepat di dua titik poin pertama. Namun karena ada sedikit masalah yang membuat mesinnya mati memberi ruang bagi Loeb untuk mengepras jaraknya. Jelang beberapa kilometer sebelum zona netral sang legenda WRC berhasil melewati Peterhansel.

Saat lomba berlanjut ke wilayah Argentina, Loeb terus memperlebar keunggulannya. Di bagian pertama lomba di wilayah Argentina itu, pembalap Prancis tersebut menjauh hingga lima menit di depan Peterhansel. 

Jaraknya sedikit meyempit ketika Loeb mengalami pecah ban dan harus melakukan pergantian. Meski begitu di akhir lomba Loeb tetap finis dengan keunggulan tiga menit di depan sang juara bertahan. Selisih tersebut sudah cukup untuk mendongkrak posisinya sebagai pemuncak klasemen sementara setelah Etape 8.

Setelah membatalkan Etape 6 penyelenggara Reli Dakar memutuskan untuk menghapus juga Etape 9 yang seharunya digelar Rabu (11/1) waktu setempat. Etape yang mengambil rute dari Salta menuju Chilecito sepanjang 977 kilometer dibatalkan malam sebelumnya setelah longsor terjadi di kawasan Salta. Peristiwa tersebut mengkibatkan sejumlah peserta dan kendaraan pendukung tim tidak bisa mencapai kem di Salta.

Pernyataan resmi dari Dakar juga menyatakan bahwa sejumlah peralatan mereka dipinjamkan ke desa Volcan yang berada di dekat Salta untuk dipakai membantu korban badai.

Direktur Reli Dakar Etienne Lavigne memberikan bantuan kemanusiaan lebih penting daripada memastikan ajang reli tersebut berjalan sesuai jadwal. “Ini benar-benar situasi yang buruk (bagi kelanjutan Reli Dakar. Tapi ketika Anda mengetahui situasi yang terjadi di desa itu (Volcan,red), saya tidak yakin jika aspek olahraga menjadi sangat penting (dibandingkan kemanusiaan,red),” terang Lavigne kepada wartawan Selasa malam atau Rabu pagi WIB.

Menurutnya, setelah sembilan tahun Dakar melintasi Argentina baru tahun ini kondisi cuaca sangat buruk. Karena itu melihat kondisi saat ini, penyelenggara tak bisa melakukan apapun. Tiga etape tersisa rencananya akan digelar dari Salta hingga akhirnya finis di Buenor Aires pada 14 Januari. “Kami telah berhasil melewati semua etape (sebelumnya) dalam kondisi yang baik. Sekarang yang terpenting adalah bencana ini,” pungkasnya. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%