Anindya Resmi Bos Baru Aquatic

Kamis, 12 Januari 2017 | 10:17
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
PELANTIKAN :Ketua Umum PRSI periode 2016 – 2020 Anindya Novyan Bakrie usai dilantik Ketua KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, Rabu (11/1/2017) di Jakarta. Anindya terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PRSI pada Oktober tahun lalu.

INDOPOS.CO.ID-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) resmi melantik susunan baru dalam kepengurusan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI),  di Hotel Westin, Kuningan,  Jakarta Selatan, kemarin.

Upacara pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, secara resmi telah menjadikan putra sulung Abu Rizal Bakrie, yakni Anindya Novyan Bakrie menjadi Ketua Umum PRSI periode 2016 - 2020. Sebelumnya Anindya terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PRSI pada Oktober lalu.  Tampak hadir juga dalam acara tersebut,  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua KOI Erick Tohir, Ketua Satlakprima Ahmad Sutjipto serta  Gubenur Sumsel Alex Noerdin.

Dalam sambutannya, Menpora berharap kepengurusan baru dapat membuat olahraga renang menjadi semakin baik kedepannya."Indonesia ini punya banyak sungai, pantai. Itu bisa dimanfaatkan untuk membentuk bibit - bibit baru menjadi atlet renang Indonesia. Singapura saja yang tidak sebanyak kita bisa menang banyak medali. Kita harus bisa lebih dari itu,"  ujar Cak Imam sapaan akrab menpora.

Sementara kepada media usai dilantik, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Novyan Bakrie  belum berani menyebut target medali tim renang Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia. Ia hanya berharap bisa melebihi raihan di SEA Games 2015 Singapuura, yakni satu medali emas.

Di bawah kepemimpinan Anindya, PB PRSI menetapkan SEA Games sebagai target jangka pendek. Waktu persiapan singkat, tujuh bulan, membuat PB PRSI harus cerdas menentukan atlet yang diberangkatkan."Mau tidak mau kami harus siap ke SEA Games. Penting sekali kami mesti cerdas, karena kami tidak mungkin menangi banyak perlombaan, jadi harus pilih-pilih nomor yang akan diikuti," kata Anindya "Cara pilihnya berdasarkan data, juga membangun kerja sama dengan satlak prima,” tambahnya.

Indonesia hanya meraih satu emas di SEA Games 2015 melalui Indra Gunawan yang turun di nomor 50 meter gaya dada. Jumlah itu menurun drastis jika dibandingkan dengan empat emas di SEA Games 2013 Myanmar dan enam pada 2011.

"Saya enggak berani bilang berapa target medali, tapi saya bisa bilang Insya Allah lebih dari satu. Nomornya belum bisa ditentukan. Saya tidak mau menutup kemungkinan teman-teman lain. Yang pasti harus bisa lebih dari sebelumnya," katanya.

Saat ini, para atlet nasional terus menjalani latihan di Bali. Tapi, lanjut Anindya, bakal ada lima sampai enam atlet yang akan dikirim ke luar negeri untuk menjalani pemusatan latihan terpisah.

"Kami akan campur. Sentralisasi (di Bali) ada, yang di luar negeri ada, yang di Jakarta dan Bandung juga ada dan akan kami sesuaikan. Beberapa ada yang minta di Bandung dan Jakarta karena mau fokus dengan pendidikannya."Kalau yang di Bali dipindah tidak mudah juga, itu salah satu hal penting, tapi bukan kunci keberhasilan. Kuncinya adalah atlet nyaman di lingkungan yang kompetitif dan diberikan dukungan yang baik di mana pun mereka berada,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kepengurusan, Anindya mengatakan tidak ingin membanding-bandingkan dirinya dengan kepengurusan lama. Ia menyatakan lebih penting membantu atlet untuk berprestasi dan sejahtera penting ketimbang fokus di birokrasi dan kepengurusan.

"Saya rasa paling penting cara kami bisa bicara ke atlet dan orang tua, tentunya juga pelatih, supaya mereka memberikan dukungan secara penuh. Kami hanya pembantu untuk mereka sukses, jika mereka sukses wajar jika kami pikirkan supaya kesejahteraan mereka lebih baik," tuturnya. (bam)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%