Hamilton Anggap Valtteri Bottas Rekan Setim Terbaik

Sabtu, 04 Maret 2017 | 13:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
TERBAIK:Pembalap F1 Lewis Hamilton (kanan) menganggap rekan satu timnya, Valteri Bottas (kiri) tetap sebagai terbaik. Seperti diketahui, Bottas dianggap sebelah mata karena masuk ke tim Mercedes menggantikan Rosberg yang memilih pensiun usai menjadi juara dunia, akhir 2016.

INDOPOS.CO.ID - Ada semacam strategi yang umum dipraktikan tim-tim Formula  One (F1) ketika kali pertama turun di sesi uji coba pra musim. Sanbagging, alias sengaja menutupi kemampuan sebenarnya untuk mengelabuhi lawan. Tapi untuk musim 2017, dimana regulasi teknis mengubah postur mobil menjadi lebih berat dan lebar tidak ada waktu bagi pembalap untuk berpura-pura di trek karena mereka hanya memiliki sedikit kesempatan beradaptasi dengan mobil baru mereka.

Dari empat hari uji coba di Barcelona tersebut bintang baru Mercedes Valtteri Bottas terlihat jelas bekerja keras untuk segera beradaptasi dengan W08. Dia menjadi pembalap paling banyak mengitari Sirkuit Montmelo selama empat hari uji coba. Yakni 324 putaran.

Berbagai ban juga sudah dicoba pembalap Finlandia itu demi menemukan limit dari mobilnya. Menggunakan ban tercepat atau paling lunak ultra soft Bottas menjadi yang tercepat di Barcelona dengan torehan 1 menit 19,705 detik. Bukan cuma tercepat, pembalap 26 tahun tersebut juga memecahkan rekor yang pernah dicetak Max Webber 2007 lalu bersama Red Bull.

Tentu saja, uji coba akan sangat berbeda dengan balapan. Namun apa yang dipertontonkan Bottas di Barcelona sudah cukup memberikan sinyal kepada rekan setimnya Lewis Hamilton dan para rivalnya di Ferrari atau Red Bull bahwa mantan pembalap Williams itu bukan pilihan buruk bagi Mercedes.

Hasil uji coba pra musim pertama akan membuncahkan kepercayaan diri Bottas setelah bertubi-tubi dipandang rendah banyak pihak tidak akan mampu bersaing dengan Hamilton di Mercedes. Banyak yang menganggap Hamilton hanya bisa dikalahkan pembalap seperti Sebastian Vettel atau Fernando Alonso. Kepindahan ke Mercedes seperti ujian akhir bagi karir Bottas. Jika sukses karirnya cemerlang, tapi andai gagal karirnya bisa terjun bebas.

Bottas sangat menyadari hal itu. Apalagi dalam kontraknya sebagai pengganti juara dunia musim lalu Nico Rosberg, Mercedes memberikan sinyal bahwa waktunya cuma setahun untuk pembuktian. Mercedes tetap membuka peluang mencari pembalap lain di tengah musim nanti jika Bottas dinilai gagal memenuhi ekspektasi pabrikan asal Jerman itu. Apalagi nama Vettel dan Alonso akan tersedia di bursa transfer pembalap tahun ini, karena kontrak mereka habis di akhir musim.

''Kami tidak fokus pada lap time pekan ini. Prioritasnya adalah jam terbang untukku dan jarak tempuh bagi mesin serta mobil baru ini,'' ujarnya dikutip Crash. Dengan memperbanyak jam terbang mobil tim ingin mengetahui apakah mobil baru tersebut bermasalah. Karena mereka ingin bisa mencarikan solusinya di saat tes ketimbang masalah datang saat balapan.

Bottas mengaku sudah semakina akrab dengan W08 EQ Power+ tunggangan barunya. Setiap kali menyelesaikan lap, baik cepat maupun simulasi balap dia merasa yakin bahwa timnya berada pada jalur yang benar menyongsong musim balap 2017. ''Mungkin pekan depan (uji coba kedua) kami bisa melalukan sedikit analisis tentang dimana posisi kami (di antara para rival), tapi yang penting adalah apa yang akan kita bawa ke Melbourne (seri pertama),'' terusnya.

Tak hanya nyaman dengan mobil baru Bottas juga merasa semakin akrab dengan tim Mercedes. Menurutnya proses adaptasinya sangat terbantu dengan situasi internal tim yang mendukung. Meski begitu dia merasa berpindah tim ternyata bukan semudah yang dipikirkan sebelumnya. Terutama ketike menyesuaikan diri dengan budaya kerja Mercedes.

Mengenai hubungan dengan Hamilton. Bottas memgakui jika selama ini banyak belajar darinya. Terutama untuk cara bekerjanya dengan tim. ''Dia mengatakan setelah melakukan uji coba hari pertama bahwa mobil ini punya karakter sama dengan mobil tahun lalu. Tentu dengan grip yang lebih kuat,'' ungkapnya. Kesempatan itu dimanfaatkan Bottas untuk belajar. ''Bodoh jika aku tak mau belajar darinya,'' terangnya.

Hamilton sendiri mengaku hubungannya dengan Bottas sangat baik sejauh ini. Dalam wawancara khusus dengan sutus resmi F1, pembalap Inggris itu mengungkapkan bahwa Bottas tidak sependiam yang dipikirkan orang. ''Sering dia melakukan hal-hal konyol yang anda tidak akan mengira jika itu keluar dari seorang Finlandia,'' katanya lalu tergelak. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%