Mercedes Target Dua Detik Lebih Cepat

Ferrari Sempurnakan Sistem Injeksi Bahan Bakar

Selasa, 07 Maret 2017 | 11:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Valtteri Bottas di atas tunggangan barunya Mercedes AMG F1 W08.

INDOPOS.CO.ID - Setelah perkan pertama uji coba pra musim Formula 1 yang menggairahkan dengan dibukanya selubung mobil-mobil generasi terbaru, hari ini (7/3) tes kedua sekaligus terakhir bakal dimulai. Empat hari ke depan diprediksi peta kekuatan masing-masing tim top akan semakin terang.

Pada uji coba pertama dua pembalap Mercedes tak bisa memaksimalkan hari terakhir lantaran kerusakan teknis pada sistem elektronik mobil. Meski demikian Bottas menjadi pembalap dengan raihan jumlah lap terbanyak. Yakni 324 putaran, dalam waktu kurang dari empat hari. Atau bahkan kurang dari tiga hari jika dibandingkan dengan pembalap tim-tim lain. Karena Mercedes memberlakukan sistem gantian setiap harinya pada sesi pagi dan sore.

Bottas juga dengan cepat beradaptasi dengan mobil barunya W08. Dialah yang mencatat waktu tercepat sekaligus rekor baru di Sirkuit Montmelo dengan raihan 1 menit 19,705 detik. Meski terkesan sukses, sebenarnya performa mobil Mercedes masih menyisakan beberapa pertanyaan besar. Yang pertama tentu soal reliability atau ketahanan mesin. Dibandingan Ferrari yang hampir tak menemui masalah besar sepanjang empat hari uji coba pertama, Mercedes justru harus berurusan dengan masalah elektronik di hari terakhir. Sampai Hamilton sama sekali tidak turun di hari terakhir itu.

Kedua adalah soal race pace. Mercedes boleh menjadi yang tercepat dalam catatan waktu single lap, tapi mereka mencapainya dengan menggunakan ban yang memang seharusnya cepat. Misalnya, ketika Bottas mencatat rekor lap tercepat 1 menit 19,705 detik. Saat itu pembalap Finlandia itu menggunakan ban ultrasoft, yakni kompon ban paling lunak dan paling cepat di antara pilihan yang ada. Sedangkang di hari yang sama, Sebastian Vettel berhasil mencatat waktu tercepat 1 menit 19,952 detik atau berselisih 0,2 detik dari Bottas.

Seperti diketahui ban soft berada dua tingkat di atas ultrasoft dalam hal kelunakan kompon. Di antara keduanya itu, ada ban supersoft. Di atas kertas seharunya satu lap menggunakan ultrasoft lebih cepat 1-1,5 detik dibandingkan soft. Namun Bottas hanya lebih cepat 0,2 detik. Perhitungan tersebut belum melibatkan faktor volume bahan bakar yang dipakai saat itu. Karena lebih sedikit bahan bakar mobil akan lebih cepat.

Kondisinya berbalik ketika kedua mobil menggunakan ban yang sama. Pada hari kedua Bottas mencatat waktu terbaiknya menggunakan ban soft, 1 menit 22,986 detik. Sementara pembalap Ferrari Kimi Raikkonen dengan ban soft meraih waktu terbaik 1 menit 20,960 detik. Bedanya lebih dari dua detik dalam satu lap. Mercedes baru bisa menandingi kecepatan Raikkonen saat Hamilton memakai ban supersoft, waktu 1 menit 20,983 detik.

 

Padahal kalau dalam lomba tingkat ketahanan ban soft bisa mencapai 5-8 lap lebih awet ketimbang soft. Bergantung pada gaya membalap seorang joki. Apalagi dengan ban yang lebih lebar dan cengekeraman tambah kuat tahun ini, banyak pembalap memprediksi bahwa bisa jadi dalam satu race hanya akan terjadi sekali pit stop. Atau bahkan tanpa pit stop di trek-trek tertentu.

Bos Mercedes TotoWolff mengakui bahwa Ferrari patut diwaspadai. ''Dengan regulasi baru ini tim kontestan berupaya mencapai jarak tempuh sebanyak-banyaknya (saat uji coba pertama) untuk mengetahui kemungkinan terjadinya masalah. Di Red Bull kami belum melihat sebuah mobil yang siap untuk balapan (di seri pertama Australia). Tapi Ferrari sangat cepat,'' ucapnya kepada media Austria  Osterreich.

Untuk itu menjelang uji coba hari ini, kemarin (6/3) Mercedes memastikan bakal membawa upgrade besar ke Barcelona. Banyak suku cadang baru yang akan dibawa setelah mengevaluasi hasil uji coba pra musim pertama. Bahkan, seperti dilansir Motorsport, seorang sumber menyatakan bahwa dengan upgrade baru tersebut Mercedes menarget mobilnya bisa lebih cepat dua detik setiap lap-nya.

Tak mau kalah Ferrari juga akan membawa upgrde mesin ke Barcelona. Meski informasi tersebut coba ditutupi oleh skuat mereka di Maranello, tapi keluar juga bocoran ke media. Kabarnya upgrade tersebut berhubungan dengan inovasi pada injeksi bahan bakar. Dari informasi yang beredar injeksi baru tersebut menggunakan dua jangkar. Dengan teknologi itu jarum injeksi bisa terbuka dan menutup dengan lebih presisi.

Ini akan mereduksi peluang terjadi ekses bahan bakar memasuki ruang bakar yang kemudian tidak bisa terbakar secara sempurna. Hasil akhirnya adalah mobil akan lebih bertenaga dengan jumlah konsumsi bahan bakar lebih sedikit. Hemat. Itulah salah satu kunci performa mobil F1 di era mesin V6 Turbu Hybrid V6.

Performa mesin Ferrari yang baru mendapat pujian dari Bos Haas Gunther Steiner. Tahun ini Haas menjadi satu-satunya tim konsumer Ferrari setelag Toro Rosso memutuskan berpaling Renault. ''Mesin dan gearbox nyaris sempurna. Kami melakoni tes yang sangat bagus dengan mesin sama. Kami tidak pernah mengganti mesin (selama uji coba),'' ungkapnya. Menurutnya, sempat terjadi masalah elektronik dua kali. Tapi, itu terkait dengan software. ''Sama sekali bukan masalah mekanikal,'' tandasnya. (cak/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%