McLaren Evaluasi Kerja Sama dengan Honda

Semakin Jauh dari Mimpi Sukses

Kamis, 09 Maret 2017 | 14:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Stoffel Vandoorne keluar trek di sesi uji coba pramusim kedua Formula 1 di Barcelona, Selasa (7/3).

INDOPOS.CO.ID - McLaren membuka tangannya lebar-lebar ketika Honda kembali ke Formula 1 sebagai pemasok mesin akhir musim 2014 silam. Bayangan tentang kebangkitan dan kesuksesan di masa lalu, saat keduanya bermitra langsung terbanyak. Dua musim berjalan, mimpi itu bukannya mendekati kenyataan, tapi justru semakin kabur.

Rookie McLaren-Honda Stoffel Vandoorne keluar trek di sesi pagi uji coba pramusim kedua Formula 1 di Barcelona, Selasa (7/3). Mencatatkan 34 lap sebelum jeda makan siang. Tampaknya semuanya begitu baik. Bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan hari pertama uji coba sebelumnya dimana Fernando Alonso hanya mampu menyelesaikan 29 putaran di trek yang sama satu hari penuh.

Tak lama kemudian MCL32 menghilang dari trek. Vandoorne hanya mendekam di garasi selama beberapa jam. Beberapa saat sebelum makan siang, terdengar suara berisik mesin dari kem McLaren-Honda. Beredar kabar bahwa McLaren telah mengganti mesinnya dengan yang baru. Kemudian dikofirmasi oleh Direktur Teknis McLaren bahwa mereka sudah menggunakan mesin keenam dalam empat hari uji yang sudah berlangsung.

Vandoorne muncul lagi di trek dan berhasil mengelilingi Sirkuit Montmelo total 80 kali. Dia juga menjadi pembalap McLaren tercepat sejauh ini. Apakah semua masalah kelar? Masih jauh dari selesai.

Honda kembali berlaga di Formula1 sebagai pemasok mesin untuk McLaren dalam upaya menghidupkan kembali kerjasama keduanya yang menaklukkan F1 musim 1988-1991 hingga 1992. Pada saat itu Ayrton Senna dan Alain Prost (yang kemudian digantikan Gerhard Berger) merupakan duet pembalap di belakang roda kemudi McLaren.

Setelah melewati empat hari uji coba, penampilan Vandoorne di hari pertama tes kedua tersebut barulah sinyal bahwa McLaren baru saja menemukan setelah awal yang pas untuk pengembangan tahap berikutnya. Vandoorne tidak bisa mencatat waktu lebih baik dari 1 menit 22,537 detik. Itupun dengan ban soft. Lebih lambat dari pembalap tim manapun kecuali Sauber yang menggunakan mesin Ferrari tipe lama 2016.

Bandingkan dengan tiga pembalap lain yang dengan mudah menembus 1 menit 19 detik di sesi pagi hari pertama uji coba, termasuk Felipe Massa (Williams) pesaing terdekat McLaren musim lalu di hampir di semua sirkuit. Nyaris tiga detik selisihnya. ''Mesin Honda seperti tertinggal tiga tahun dari Ferrari dan Mercedes,'' sesal Boullier dilansir Autosport. Honda juga menunda penggunaan mesin dengan spek-B karena data yang dibutuhkan dari mesin orijinal 2017 belum memadai.

Pada hari kedua kemarin McLaren telah tertinggal nyaris 100 lap dibandingkan dengan Williams. Sebuah kerugian besar saat semua tim sedang getol-getolnya memperbanyak jam terbang untuk mobilnya. ''Pasti (situasi) ini memengaruhi pengembangan. Jika mobil tidak bisa melaju cukup kencang mobil itu tidak bisa memberikan tekanan yang pas untuk ban, rem, dan juga kaki-kaki mobil. Banyak sekali konsekuensinya jika mobil lebih lambat 15-18 kilometer di trek lurus,'' keluhnya.

Honda menyebut masalah yang dihadapi pada hari pertama Selasa adalah “kelistrikan”. Namun, Boullier justru memberikan konfirmasi berbeda. Menurutnya, setidaknya dua dari tiga permasalahan yang terjadi sejauh “sumbernya sama”. Pada tes pertama pekan lalu, McLaren mengatakan masalah terjadi pada desain tangki oli, bocor. Desain tersebut akhirnya diganti. Keesokan harinya kerusakan terjadi pada ruang bakar, diyakini terkait dengan klep. Nah, Autosport menduga komentar Boullier itu terkait dengan masalah yang kedua.

Situasi tersebut tak pelak membuat hubungan antara McLaren dan Honda mulai tidak harmonis. McLaren disebut-sebut sedang mengevaluasi kontrak jangka panjangnya dengan pabrikan Jepang tersebut, yakni tujuh tahun. ''(Pada level) maksimal,'' ungkap Boullier merespon pertanyaan wartawan terkait ketegangan antara McLaren dan Honda. ''Kami sedang berada di F1.Kami sedang membalap dan harus tampil cepat. Kami memberikan tekanan maksimal kepada Honda, karena mereka juga memberikan tekanan yang sama kepada kami. Jadi ini dari dua pihak,'' tandasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan mundurnya Gilles Simon sebagai penasihat Honda. Pria yang sebelumnya bekerja untuk Renault, Ferrari dan juga FIA tersebut kembali ke F1 sejak Honda mengumumkan rencana mereka kembali pada 2013. Dia menolak berkomentar tentang pengunduran dirinya tersebut. Tetapi dari kabar yang beredar, pria 58 tahun tersebut merasa masukannya tidak didengar oleh Honda terkait pengembangan terakhir.

Di tengah ketidaknyamanan tersebut McLaren tetap berharap Honda bisa segera menemukan solusi sehingga siap bertarung di seri pertama Australia 26 Maret nanti. Meskipun dengan progres yang ada sejauh ini rasanya sulit mengejar ketertinggalan dari Mercedes, Ferrari, dan Red Bull. Bahkan Williams dan Force India sekalipun.

''Kehilangan track time (jam terbang di sirkuit) tentu saja tidak ideal. Tapi ketika kami kembali ke trek sebagian besar dari program uji coba kami bisa dicapai. Kami belajar banyak tentang mobil ini,'' ucap Vandoorne dikutip Crash.

Pembalap Belgia tersebut menyadari masalah yang kembali muncul di hari pertama bukanlah hal yang ideal untuk memulai uji coba. Meski begitu dengan 80 lap yang didapatnya di hari pertama saja merupakan sinyal positif. ''Track time lebih banyak dan data yang solid sangat penting untuk pengembangan mobil di masa jedah sebelum seri pertama,'' tandasnya. (cak/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%