Saatnya Ducati Pamer Kekuatan

Kemungkinan Tampilkan Fairing Baru

Jumat, 10 Maret 2017 | 19:09
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
MESIN: MotoGP Ducati menggunakan mesin fairing baru pada ajang motogp 2017 ini dan dianggap akan menjadikan lebih atraktif dan memotivasi pengendara untuk juara

INDOPOS.CO.ID - Hari ini, Jumat (10/3) rider-rider MotoGP akan kembali turun trek. Uji coba ketiga pra musim di Sirkuit Losail, Qatar menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk beradaptasi dengan motor baru sebelum benar-benar bertarung 26 Maret mendatang di sirkuit yang sama.

Qatar selalu menjadi sirkuit yang menyenangkan bagi Jorge Lorenzo dan Ducati. Jadi, jangan kaget ketika Ducati dan Lorenzo, yang amburadul dalam uji coba sebelumnya di Phillip Island, tiba-tiba akan sangat moncer. Baik Ducati dan Lorenzo masing-masing telah mengoleksi tiga kali kemenangan di Losail. Tiga kali kemenangan Ducati terjadi pada era Casey Stoner (2007-2009).

Sementara, Jorge Lorenzo menang di Qatar pada 2012, 2013, dan musim lalu. Artinya, tidak ada sirkuit lain yang bisa menunjukkan potensi “perkawinan” antara Ducati dan Lorenzo selain di Losail. Kurang dari tiga bulan, Lorenzo berubah gesturnya dari yang awalnya tersenyum usai uji coba pertama post season November lalu menjadi sangat frustasi hari pertama tes pra musim di Sepang, Malaysia.

Bahkan di Australia dua pekan lalu, juara dunia tiga kali MotoGP tersebut secara terang-terangan menyatakan di musim debutnya bersama Ducati 2017, dia tidak akan bisa bertarung berebut juara dunia.

Maka, jadilah Qatar sebagai ukuran. Jika di Losail Ducati tak kompetitif hampir bisa dipastikan mereka bakal kesulitan sepanjang musim 2017. Lorenzo sendiri masih butuh waktu untuk memahami karakter Desmosedici GP17 sebagai tunggangan barunya setelah delapan musim menggeber YZR-M1 bersama Yamaha.

Mengapa Qatar cocok untuk Ducati dan Lorenzo? Sirkuit Losail adalah trek dengan karakter cepat. Trek ini panjang 5,380 kilometer. Sementara trek lurusnya 1,068 kilometer. Dari 15 tikungan, hanya ada dua yang kemungkinan besar harus dilewati menggunakan gigi satu. Yakni Tikungan 1 dan 6.

Dengan karakter mesin Ducati yang punya power besar tapi lemah di akselerasi sirkuit ini sangat cocok. Sedangkan gaya balap Lorenzo juga pas dengan Losail. Lorenzo bukanlah rider yang suka melakukan late braking. Gaya balapnya smooth- mengambil titik pengereman lebih dari sebelum tikungan tapi menemukan jalur balap terdalam di sisi trek. Berbeda dengan Marc Marquez atau Valentino Rossi yang mengandalkan late braking, bahkan hingga menurunkan kakinya untuk menjaga stabilitas di tikungan.

''Kami masih membutuhkan sesuatu yang bisa membuatku memasuki tikungan lebih cepat dan membuka gas lebih awal. Kami tidak memiliki itu,'' keluh Lorenzo dilansir Autosport. Menurutnya, dari data yang diperoleh Alvaro Bautista yang mengendarai motor satelit di tim Aspar justru lebih cepat darinya saat di tikungan. Padahal dia menggunakan motor Ducati 2016. ''Untuk itu kami harus mengerti apa yang terjadi,'' tandasnya.

Masalah akselerasi selalu menjadi momok bagi Ducati. Mimpi buruk itu diperparah dengan dilarangnya winglet yang sangat membantu Desmosedici bersaing dengan Yamaha dan Honda tahun lalu. Manajer Tim Ducati Gigi Dall'Igna mengakui jika tanpa winglet Desmosedici kembali ke masa 2-3 tahun lalu dimana motor sulit diajak berbelok atau berubah arah. ''Untuk kali pertama kami merasakan bahwa tanpa winglet pengaruhnya lebih besar dari yang kami prediksi sebelumnya,'' ucapnya dilansir GP One di teng uji coba di Phillip Island.  (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%