Jalan Puncak Swiss Open Kian Terbuka

Jumat, 17 Maret 2017 | 18:11
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Praveen Jordan/Debby Susanto

INDOPOS.CO.ID  - Babak 16 besar Swiss Open Grand Prix Gold (GPG) 2017 masih bersahabat buat pebulu tangkis Indonesia. Hingga berita ini dimuat, tiga pebulu tangkis Indonesia sukses melaju ke delapan besar Swiss Open tersebut. Mereka yakni Anthony Sinisuka Ginting, dan Praveen Jordan/Debby Susanto dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Anthony unggul dua game langsung saat menghadapi Riichi Takeshita (Jepang) 21-7, 21-16 tadi malam (16/3). Kemenangan tersebut mempertegas dominasi Ginting terhadap Takeshita. Sepanjang lima pertandingan yang mereka jalani, empat di antaranya menjadi milik Ginting. Berikutnya, Anthony akan berjumpa pebulu Denmark, Emil Holst, yang berada di peringkat 39 BWF

Sedangkan, Praveen/Debby masih terlalu kuat buat pasangan Rusia, Evgenia Dimova/Evgenij Dremin. Praven/Debby menang dalam dua game langsung, 21-13, 21-10. Meskipun tidak terpaut cukup jauh di rangking BWF, Praveen/Debby bisa menang cukup cepat, dalam 24 menit saja.

Selanjutnya unggulan kedua itu akan bersua andalan Singapura, Hee Yong Kai Terry/Tan Wei Han pada babak 8 besar hari ini. Kemenangan juga diraih Fajar/Rian, yang merupakan satu-satunya wakil ganda putra pelatnas Cipayung menang straight game, 21-15, 21-18 atas pasangan Rusia, Abramov Konstantin/Zinchenko Alexandr.        

Kabidbinpres PP PBSI, Susy Susanti yang memantau langsung pertandingan menerangkan bahwa lawan yang dihadapi pebulu tangkis Indonesia cukup kompetitif. "Mereka harus berjuang hingga final," terang legenda tunggal putri Indonesia itu.

Khusus Praveen/Debby, Susy berharap banyak pasangan ini bisa memperbaiki performa mereka. Terlebih setelah menjadi juara All England 2016 mereka malah tumbang di babak pertama ajang yang sama pekan lalu. Pukulan telak itu harus bisa mereka carikan pelampiasan di Swiss Open kali ini.

Sementara itu,  Ketua Federasi Bulu Tangkis Rusia Sergey Shakray berjumpa dengan Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Wiranto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat menjalin kerja sama. ”Ada satu kesepakatan di antara kami untuk tukar-menukar kualitas pembinaan bulu tangkis di negara masing-masing,” ungkap Wiranto.

Pria yang juga menjabat sebagai Menko Polhukam itu menyebutkan, Federasi Bulu Tangkis Rusia meminta PBSI mengirim pelatih bulu tangkis untuk melatih atlet mereka. ”Saya sudah sanggupi. Karena bulu tangkis adalah milik dunia dan kita (Indonesia) tidak boleh monopoli,” terang dia. Meski dalam beberapa bidang Rusia lebih maju dari Indonesia, atlet bulu tangkis tanah air boleh dibilang lebih unggul dari mereka.

Karena itu, tidak heran apabila Federasi Bulu Tangkis Rusia meminta bantuan PBSI. Namun demikian, PBSI juga tidak sembarangan mengirim pelatih. Kesepakatan yang sudah terjadi mesti menguntungkan kedua belah pihak. Wiranto menyebutkan, Federasi Bulu Tangkis Rusia menawarkan pelatihan fisik yang sudah masuk kategori sains sport. Mereka juga menawarkan metode pemulihan pasca trauma. ”Rusia sangat maju untuk masalah itu,” puji Wiranto. (nap/syn)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%