Praven/Debby Hanya Runner-Up Swiss Terbuka

Marcus/Kevin Nomor Satu Dunia

Senin, 20 Maret 2017 | 15:21
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

INDOPOS.CO.ID - Kabar gembira bagi dunia bulutangkis Indonesia . Usai kemenangan membanggakan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di All England 2017, kini keduanya secara resmi menduduki tahta tertinggi ranking dunia ganda putra. Marcus/Kevin pekan lalu ada di peringkat lima dunia, usai meraih gelar All England yang bernilai 11 ribu poin, rangking mereka langsung meroket ke posisi puncak.

Prestasi ini merupakan catatan positif bagi bulutangkis Indonesia, khususnya sektor ganda putra. Tentunya ini dapat membangkitkan semangat para pebulutangkis Tanah Air, apalagi Indonesia pernah merajai sektor ganda putra dunia di era 90-an. Titel rangking satu dunia terakhir kali dimiliki ganda putra Indonesia pada tahun 2014 silam lewat rentetan prestasi gemilang Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.“Senang ya bisa berada di rangking satu dunia. Tetapi ini tidak berpengaruh besar karena kalau ikut banyak turnamen, rangking pasti mengikuti,” kata Kevin saat ditanya komentarnya.

“Kami mau fokus saja dulu ke turnamen India Open Super Series 2017. Tahun lalu kami juara di sana, jadi kami berharap bisa mempertahankan rangking satu dunia ini,” sambung Kevin.“Seneng lah sekarang bisa jadi nomor satu dunia, tetapi kami jangan cepat puas. Kami kan mau mempertahankan rangkingnya, buat apa kalau cuma sebentar rangking satu nya. Selanjutnya masih banyak turnamen yang harus kami ikuti, semoga kami bisa konsisten,” tambah Marcus.

Sementara itu, Kepala Pelatih Ganda Putra Herry Iman Pierngadi menyambut baik raihan anak-anak didiknya tersebut.“Tentunya senang, karena regenerasi di ganda putra berjalan sesuai yang diharapkan. Target utama Kevin/Marcus selanjutnya adalah Kejuaraan Dunia 2017. Rangking itu mengikuti hasil pertandingan, diusahakan bisa tetap di empat besar supaya dapat undian yang bagus di turnamen,” ucap Herry.

Saat ini Herry tengah berada di Basel, Swiss, untuk mendampingi tim ganda putra di Swiss Open Grand Prix Gold 2017. Ini sebabnya ia tak dapat bersama Marcus/Kevin saat disambut meriah di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (14/3) lalu. Namun Herry mengaku sangat bangga atas prestasi Marcus/Kevin, walaupun pada awal turnamen ia mengaku tak menyangka Marcus/Kevin akan merebut titel bergengsi ini.

“Kalau dari awal turnamen sih belum nyangka, setelah masuk final, saya yakin mereka bisa jadi juara. Kuncinya justru saat mereka menang di semifinal melawan pasangan Denmark (Mads Pieler Kolding/Mads Conrad Petersen),” tutur Herry.

“Waktu di Birmingham (Inggris), saya hanya ngobrol saat mau main (final), kami diskusi menentukan pola main. Di luar itu, ada dua-tiga kali saya makan bareng sama Kevin di restoran, tapi tidak bahas main, cerita-cerita apa saja, biar dia merasa enjoy dan rileks saat mau bertanding,” kata  Herry.

Sementara itu, Praveen Jordan/Debby Susanto harus menahan ambisi untuk meraih gelar perdana mereka tahun ini di ajang Swiss Open Grand Prix Gold 2017. Di partai puncak, Praveen/Debby ditaklukkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand), 18-21, 15-21.  Penampilan Praveen/Debby memang antiklimaks dibanding laga semifinal, saat keduanya mampu mengempaskan pasangan Zhang Nan/Li Yinhui asal Tiongkok, 17-21, 21-19, 21-16.

Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI Vita Marissa yang berada di Basel, Swiss menuturkan, penampilan lawan memang cukup impresif di babak final.  “Praveen/Debby sudah bermain maksimal di final, tetapi lawan tampil lebih sabar, permainannya rapi, dan tidak mudah untuk dimatikan,” kata Vita kepada Badmintonindonesia.org.

“Intinya, mereka harus lebih fokus lagi dan menekan dari awal,” sambung Vita yang beberapa tahun silam pernah berpasangan dengan Praveen.  “Namun penampilan Praveen/Debby sudah ada kemajuan dibanding di All England 2017 kemarin, kali ini Praveen bisa lebih bisa konsentrasi dan tidak lengah,” ujarnya.

Indonesia hanya mengirim satu wakil ke laga final Swiss Open Grand Prix Gold 2017. Dua pemain tunggal ditaklukkan pemain Tiongkok di babak semifinal, Anthony Sinisuka Ginting dikalahkan Lin Dan, dengan skor 17-21, 17-21. Sedangkan Fitriani tak dapat mengatasi permainan Chen Xiaoxin, 17-21, 19-21. (bam)

Lima terbaik pemain Indonesia berdasarkan peringkat dunia BWF 16 Maret 2017 :

Tunggal Putra

16 Tommy Sugiarto

21 Jonatan Christie

22 Sony Dwi Kuncoro

30 Anthony Sinisuka Ginting

38 Ihsan Maulana Mustofa

Tunggal Putri

30 Fitriani

33 Dinar Dyah Ayustine

34 Hanna Ramadini

62 Lyanny Alessandra Mainaky

70 Ruselli Hartawan

Ganda Putra

1 Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

8 Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi

22 Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

63 Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro

70 Berry Angriawan/Hardianto

Ganda Putri

8 Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari

14 Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari

17 Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani

18 Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta

53 Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia

Ganda Campuran

3 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

8 Praveen Jordan/Debby Susanto

18 Ronald Alexander/Melati Daeva Octavianti

22 Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika

23 Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%