Jelang WPBF Asia Pasifik, Hanif Buta Kekuatan Lawan

Senin, 20 Maret 2017 | 19:33
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID  - Hanif Mustangin atau lebih dikenal dengan nama ring Hanif Brawijaya pada 21 April 2017 mendatang bertarung memperebutan gelar WPBF Asia Pasifik kelas Bulu Junior 55,3 kg 12 ronde. Jika tidak ada perubahan, ia akan berduel melawan petinju Thailand, Petchnamngam Chanubon di GOR CLS Kertajaya, Surabaya.  Nah, mengenai lawannya tersebut ternyata Hanif dan juga pelatihnya, Triyono mengaku belum mengetahui permainan lawan. “Kita sudah coba cari di internet ga ketemu,” ungkap Triyono.

Triyono menuturkan bahwa baik dirinya, Hanif, maupun Sunaryo, manajer sasana Yon Arhanudse 8 sudah mencoba untuk mencari referensi Namun sampai saat ini hasilnya tetap nihil. “Kita gabisa tahu lawan tipenya ortodox , fighter atau apa, akhirnya saya belum bisa menetapkan strategi pasti,” ujar Triyono.

Yang bisa dilakukan sekarang menurut Triyono adalah memaksimalkan potensi Hanif Brawijaya. Gaya permainan boxer akan tetap dilatih terus menerus sambil mempelajari gaya permainan lainnya. “Dua hari sekali kita kasih materi fighter ,boxer atau ortodox kita kasih semua jadi seumpama pas pertandingan musuhnya seperti apa sudah disiapkan,” ungkap Triyono.

Untuk menyesuaikan dengan permainan lawan, Triyono berujar bahwa dirinya membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat ronde. Setelah itu strategi baru bisa ditentukan. “Kita lihat diatas ring kalau permainan lawan A Hanif harus B, kalau lawan B Hanif harus C,” tutunya. 

Namun, walau tidak mengetahui permainan Chanubon, Triyono percaya bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah. Apalagi menurutnya Hanif saat ini dalam kondisi siap bertanding. “Dia latihan sansak 14 ronde pukulan standar sudah ngatasi, itu bisa dianggap sudah siap,” ujar Triyono.

Hanif sendiri juga mengaku tidak masalah jika permainan lawan sampai saat ini belum diketahui. Ia mencoba untuk lebih fokus pada peningkatan performa. “Yang penting kita latihan, lawan sparing kita juga lebih kuat, itu cukup membantu,” ujar Hanif.

Ya, Hanif mendapat lawan sparing yang cukup berbobot. Ia sebelumnya sempat sparing dengan Tommy Seran dan juga Robert Kopa. Selanjutnya ia dan pelatih juga menjadwalkan untuk melakukan sekitar dua kali sparing sebelum hari H pertandingan.

Selain sparing , Hanif juga mencoba mencari banyak referensi lain di internet. Ia mengaku banyak melihat cara-cara latihan petinju internasional seperti Canelo Alvarez dan Mayweather. “Saya belajar mereka itu bisa juara latihannya seperti apa,” ungkap Hanif.

Walaupun masih tersisa waktu satu bulan, Hanif mengatakan bahwa dirinya siap secara fisik dan mental. Yang dibutuhkan saat ini adalah menjaga kondisi dengan latihan rutin pagi dan sore hari. “Fisik sudah cukup, tinggal mengatur berat badan saja,” ungkap Hanif.

Sementara itu dalam kejuaraan yang sama juga akan bertanding jagoan dari Sasana Amphibi  Brigif-1Mar, Eric Destroyer. Ia akan memperebutkan gelar sabuk nasional KTI kelas bulu junior 55,3 kg 12 ronde melawan Rasmanudin.

Sama dengan Hanif, Eric juga memparbanyak sparing dengan petinju lain. Bahkan intesitasnya bisa dua kali dalam seminggu. “Satu sesama anggota sasana Amphibi satunya lagi kalau bisa dari luar,” ungkap Eric. Dengan metode memperbanyak sparing tersebut, Eric mengaku mendapatkan pengalaman yang cukup. Terlebih kalau lawan sparingnya adalah mantan juara tinju. “Setelah sparing kita bisa sharing, misal diskusi bagaimana caranya bisa juara, dll,” ungkap Eric.

Dalam jangka waktu sebulan sebelum bertanding ini Eric mengungkapkan bahwa dirinya masih belum sepenuihnya siap. Terutama masalah fisik ia masih kurang. “Kalau harus bertanding 8 ronde mungkin siap kalau 12 masih belum,” ujarnya. (rpd)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%