Vinales Samai Rekor Wayne Rainey

Rossi Kian Tunjukkan Kematangan

Selasa, 11 April 2017 | 16:47
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Maverick Vinales

INDOPOS.CO.ID -  Sejarah selalu terulang dengan caranya masing-masing. Dinihari kemarin (10/4) Yamaha kembali menorehkan sejarah baru melalui kedua pembalapnya di seri kedua MotoGP di Argentina. Maverick Vinales tampil spektakuler dalam perjalanannya menyamai rekor Wayne Rainey sebagai rider Yamaha yang mampu memenangi dua balapan pembuka pada 1990.

Kemenangan tersebut juga menyanding torehan hebat Kenny Robert Jr yang memenangi dua balapan pembuka bersama di musim debutnya bersama tim baru pada 1999. Saat itu Roberts baru saja bergabung dengan Suzuki setelah sebelumnya membela Modenas dan sempat bersama Yamaha. Bedanya, Vinales baru dua seri membalap untuk Yamaha setelah dua musim menjadi bintang Suzuki.

Rider berjuluk Top Gun tersebut tak menunggu “panas” untuk menyajikan tontonan seru di Termas de Rio Hondo. Begitu lepas dari garis start di posisi enam Vinales langsung melesat ke posisi ketiga, bahkan saar lomba belum menyelesaikan satu lap. Dia berada di belakang pemegang pole position Marc Marquez (Repsol Honda) dan Cal Crutchlow (LCR-Honda).

Hanya butuh dua lap bagi Vinales untuk menyalip Crutchlow di tikungan tujuh dan berada di posisi kedua memburu Marquez. Rupanya pemilihan kombinasi ban Vinales medium-medium cocok untuk bertarung dengan rider di barisan depan- Marquez, Karel Abraham (Aspar-Ducati), Crutchlow- yang memasang hard-medium.

Saat harus memburu Marquez sebenarnya posisi Vinales inferior lantaran sang juara bertahan sudah membuat jarak cukup jauh, yakni dua detik di depan. Sampai tiba di tikungan dua lap keempat, Marquez secara mengejutkan kehilangan kendali pada roda depannya sehingga motornya terseret keluar lintasan. Harapan para fans untuk menyaksikan duel sengit antara Vinales dan Mrquez langsung pupus.  “Rasanya seperti mimpi dan (kemenangan dua kali beruntun di seri pembuka) luar biasa,'' ucap mantan rider Suzuki Ecstar tersebut.

Kemenangan di Termas Rio Hondo rasanya seperti pembalasan dendam yang manis bagi Vinales. Di tiga edisi terakhir dua kali di antaranya dilalui dengan crash. Termasuk tahun lalu dimana dia sedang berebut podium terakhir dengan Rossi. ''Kalau ada seseorang yang mengatakan aku bisa menang di Argetina, aku langsung katakan bahwa itu hampir mustahil. Karena aku selalu apes di sini. Tapi saat ini kami berada pada momen yang tepat dan bisa memberikan performaku 100 persen,'' tandasnya.

Sejarah lain ikut ditorehkan Rossi di Argentina. Balapan dinihari kemarin menjadi start ke-350 dalam rentang karirnya panjang sang legenda hidup MotoGP di balapan grand prix. DiTermas de Rio Hondo pula dia meraih podiumnya yang ke-233. Di awal sebelum lomba, timnya berpesan agar The Doctor memberikan kemampuan terbaiknya di balapan monumentalnya itu. Dan Rossi benar-benar memberikan hasil terbaik yang mungkin diraihnya.

Rossi kembali menunjukkan kematangannya sebagai rider kawakan ketika berduel dengan Crutchlow. Sadar jika lawannya menggunakan ban yang lebih keras, Rossi memilih bersabar dan menghemat ban hingga waktunya tepat untuk menyalip. Apalagi melihat performa motor Honda seperti yang ditunggangi Marquez, Crutchlow sangat kencang di Argentina. Sampai ketika lomba hanya menyisakan tujuh putaran lagi di tikungan lima Rossi menyalipnya dari sisi dalam tikungan.

Rossi finis di posisi kedua dengan selisih 2,9 detik di belakang Vinales. ''Dari Qatar aku mulai memahami karakter motorku, tapi aku masih kesulitan dalam hal pengereman,'' ucapnya dikutip Crash. Menurutnya, tahun ini mesin Yamaha sudah lebih baik terutama di sisi power. Di trek lurus, top speed Yamaha tidak tertinggal jauh dari Honda.

Penampilan Rossi di Argentina kemarin sekaligus mengonfirmasi pernyataan yang pernah dilontarkan Jorge Lorenzo dua tahun silam. Bahwa rider 38 tahun itu adalah “sunday racer”. Rossi selalu mengalami kesulitan di sesi latihan bebas dan bahkan kualifikasi. Biasanya performanya membaik di sesi warm up lalu moncer di balapan Minggu.

''Sepanjang uji coba musim dingin aku selalu mengalami kesulitan. Tapi yang terpenting adalah Minggu siang saat melewati garis finis. Sepanjang karirku aku belajar untuk konsentrasi dan tidak pernah menyerah,'' tandasnya. Soal julukannya sebagai “Sunday Racer” Rossi tak membantahnya. ''Ya begitu cara kami bekerja,'' tandasnya. Namun dia tetap berharap timnya mampu bergerak cepat menemukan setingan pas sejak sesi latihan di akhir pekan.

Soal balapan di seri ketiga di Austin, Amerika Serikat baik Vinales dan Rossi sepakat sirkuit tersebut adalah kandangnya Marquez. Empat tahun beruntun rider Cervera itu selalu juara di sana. ''Tapi Austin adalah salah satu trek favoritku juga. Jadi kami berharap bisa mempertahankan ritme seperti ini di Austin,'' harap Vinales. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%