Diprediksi Sulit Tembus Tiga Besar, Mungkinkah Lorenzo Bangkit Mengulang Tahun 2014

Rabu, 12 April 2017 | 12:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Jorge Lorenzo

INDOPOS.CO.ID - Pebalap Jorge Lorenzo meraih hasil buruk di dua race awal MotoGP 2017. Setelah finis di posisi 11 seri pembuka MotoGP 2017 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, X-Fuera –julukan Lorenzo– gagal menyelesaikan balapan di seri kedua di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Senin (10/4) dini hari WIB.

Dengan hanya meraih lima poin dalam dua race yang sudah dilangsungkan, Lorenzo sementara menduduki posisi 19 dari 23 pembalap yang berkompetisi. Sekadar diketahui, catatan tersebut merupakan yang terburuk semenjak Lorenzo naik ke kelas MotoGP, pada 2008. Sebelumnya, catatan terburuk Lorenzo terjadi pada 2014. Setelah gagal finis di Qatar, Lorenzo hanya menyelesaikan balapan di posisi 10 GP Amerika Serikat.

Akan tetapi di sisa musim tersebut Lorenzo mampu bangkit dan finis di posisi tiga klasemen akhir MotoGP 2014. Sekarang yang menjadi pertanyaan, sanggupkah Lorenzo bangkit atau setidaknya mengulangi pencapaian pada 2014?

Jika melihat adaptasi lambat yang dilakukan bersama Ducati, sulit rasanya melihat Lorenzo menyelesaikan kompetisi di posisi tiga besar. Sebab selain Maverick Vinales dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha) yang tampil konsisten, masih ada rider lain macam Marc Marquez (Repsol Honda) yang berupaya keras start di posisi teratas.

Sementara pebalap Tim Octo Pramac, Scott Redding mampu menjaga konsistensi penampilannya dalam gelaran MotoGP 2017. Usai menuntaskan GP Argentina, Redding berhasil finis di posisi 8. Raihan tak berbeda jauh ketimbang hasil yang didapat Redding saat mentas di GP Qatar, yang mana finis di posisi tujuh.

Setelah menggeber motor selama 42 menit 10.540 detik, ia berada satu posisi di belakang rekan sesama Octo Pramac, Danilo Petrucci. Hasil positif itu pada dua seri itu membuat Redding saat ini menduduki posisi empat klasemen sementara MotoGP 2017 dengan koleksi 17 angka

“Ini adalah balapan yang sangat sulit, dan saya sebenarnya mengharapkan yang lebih dari ini. Pertengahan balapan sudah bisa saya prediksi, kecuali pada putaran awal saya sedikit kehilangan kecepatan,” ucap Redding di situs resmi MotoGP, Selasa (11/4).

Redding juga mengaku tidak mampu menjaga suhu ban depannya dan merasa ban belakangnya juga tidak memiliki tarikan yang kuat seperti saat sesi pemanasan dimulai. Terlepas dari kondisi ban Desmosedici GP16 andalannya, pembalap berusia 24 tahun itu tetap tampil oke.

Pembalap Tim Aspar Ducati, Karel Abraham yang memulai start di posisi kedua, berhasil mengonversikan keuntungan tersebut dengan menutup laga di posisi sepuluh. Atas hasil di Sirkuit Termas de Rio Hondo tersebut, Abraham mengaku sangat bahagia. “Saya kira ini menjadi minggu yang hebat bagi tim. Saya sangat senang bisa meraup enam poin, ini sungguh luar biasa!” ucap Abraham di situs resmi MotoGP, Selasa (11/4). (oks/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%