Vettel Beri Ancaman Jelang F1

Turki Siap Gelar F1 Kembali

Sabtu, 15 April 2017 | 11:35
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Sebastian Vettel

INDOPOS.CO.ID - Sebastian Vettel menunjukkan ancaman lagi menjelang Formula 1 (F1) di Bahrain akhir pekan ini. Driver Ferrari itu membuat waktu tercepat dalam latihan bebas pertama atau free practice one (FP1). Dalam FP 1 di Sirkuit Bahrain International Circuit, Sakhir, Jumat (14/4), Vettel menunjukkan diri sebagai driver yang menguasai puncak klasemen sementara musim ini. Dia membukukan catatan waktu tercepat ketimbang driver-driver lain 1 menit dan 32,697 detik. 

Tempat kedua diisi pebalap Red Bull Racing, Daniel Ricciardo. Dia mencatatkan waktu tercepatnya 1 menit 33,097 detik. Duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, tak berhasil menunjukkan performa terbaiknya dalamlatihan bebeas pertama kali ini. Hamilton menempati peringkat kesepuluh dan Bottas ada di urutan ke-14. Sementara itu, Kimi Raikkonen, mengalami gangguan overheating pada unit power mobil Ferrarinya. Kimi pun tak bisa menyelesaikan FP 1.

Di bagian lain Negara Turki mengklaim sudah mengambil ancang-ancang kembali menggelar balapan F1. Rencana itu diapungkan dalam pertemuan CEO F1 Chase Carey dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang juga dihadiri pengusaha setempat. Mereka melakukan kesepakatan di Istana Presiden, Ankara, Turki.

Dalam pertemuan itu, hadir pula operator trek Vural Ak, kepala motorsport negara Serkan Yazici, serta Menteri Olahraga Akif Cagatay Kilic. “Kami telah mengadakan pertemuan di Ankara dengan Presiden dan Chese Carey dari Liberty Media. Yang bisa saya katakan bahwa pertemuan berjalan sangat baik dan pada prinsipnya kami sepakat untuk menggelar F1 walaupun memang kontrak belum ditanda-tangani," terang Vural Ak, saat acara Malam Jurnalis Otomotif, dilansir Motorsport, Selasa (11/4) lalu. 

Sekadar informasi, 5 tahun lalu, Vural Ak membelanjakan uangnya untuk menyewa Istanbul Park selama 11 tahun dengan biaya 250 juta USD atau sekitar Rp 3,3 triliun untuk pembangunan sirkuit. Turki sendiri pertama kali bergabung di kalender F1 pada 2005 dan berakhir 2011 setelah sengketa keuangan. 

Saat itu, pemerintah menolak menyetujui setiap event pada masa depan dengan alasan biaya. Boleh jadi, Turki akan menjadi pengganti Malaysia yang terakhir mendapat jatah pada 2018 dan memutuskan tidak memperpanjang kontrak lagi. Target Liberty Media selaku pemilik baru F1 adalah 22 seri. GP Turki menjadi salah satu kandidat bersama Prancis dan Jerman. (ira/JPG)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%