Simeone Paling Berhasil Besut Atletico dalam 60 Tahun Terakhir

Kamis, 20 April 2017 | 10:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ANTOINE GRIEZMANN

INDOPOS.CO.ID - Sejak pertama kali berkiprah di Liga Champions musim 1958-1959 silam, Atletico Madrid telah merasakan enam kali fase semifinal, dengan pelatih asal Slovakia, Ferdinand Daucik, menjadi sosok pertama yang memberikan fase tersebut pada musim perdana Atleti di Eropa. Periode keemasan Atleti terjadi tatkala pelatih asal Buenos Aires, Juan Carlos Lorenzo, membesut tim saat periode 1973-1975,

Saat musim 1973-1974, berbekal nama seperti Luis Aragones, Lorenzo membawa Atleti hingga partai final Piala Eropa, dan menantang raksasa Benua Biru saat itu, Bayern Muenchen, yang diperkuat oleh pemain terhebat pada masanya seperti Franz ”Der Kaizer” Beckenbauer, Gerd Mueller, Uli Hoeness, dan dibesut oleh pelatih legendaris Udo Lattek.

Meski dipandang sebelah mata, rival sekota Real Madrid tersebut mampu memaksa FC Hollywood, sebutan Bayern, hingga partai ulangan setelah mampu menahan imbang 1-1. Sayangnya, di laga replay, Aragones dkk takluk empat gol tanpa balas. Namun, dari 68 pelatih yang pernah menukangi Atleti sejak 1921 silam, rasanya tidak yang lebih sukses dalam urusan kompetisi Eropa dibanding Diego Simeone.

Menangani Los Rojiblancos, julukan Atleti, sejak 23 Desember 2011, Simeone berhasil mengantarkan kolektor sepuluh titel La Liga tersebut tiga kali menapak empat besar, dengan yang terakhir terjadi ketika mereka mengandaskan Leicester City dengan agregat 2-1, di King Power Stadium, Leicester, dinihari kemarin.

Kebetulan, semifinal ketiga ini terjadi ketika klub tengah bersiap merayakan enam dasawarsa partisipasi mereka di kompetisi Eropa, yang bakal jatuh pada tahun depan. Dari tiga kali semifinal sepanjang empat musim terakhir, dua diantaranya diselesaikan dengan status runner up, dengan semua predikat tersebut ”terpaksa” didapat karena menyerah dari seteru sekota, Real Madrid, pada final 2013-2014, dan 2015-2016.

Sebuah pencapaian yang tentu saja begitu membanggakan bagi pecinta Atleti, karena secara statistik, dari lima kali keberhasilan menembus semifinal, tiga diantaranya bisa bablas ke final, meski kemudian kenyataan begitu pedih dengan para penggawa Atleti harus puas menjadi nomor dua. Namun, rasa pesimistis tersebut langsung dibantah oleh striker The Foxes, sebutan Leicester, Leonardo Ulloa.

Penyerang 30 tahun tersebut mengatakan, Simeone sudah mendapatkan pengalaman yang begitu berharga dari dua final yang sudah dilewati. Pengalaman tersebut begitu kentara terlihat ketika secara statistik, tuan rumah begitu dominan dalam hal penguasaan tembakan.

Sejak paro kedua, tercatat ada 14 dari 23 tembakan, dengan enam on target, yang mengancam gawang Jan Oblak. Namun, Simeone melihat semua situasi dengan tenang, dan perlahan membangun pertahanan yang dibutuhkan untuk membendung aliran serangan dari skuad besutan Craig Shakespeare tersebut. Sesuatu yang membuat Ulloa begitu tercengang.

Sebab, lanjut Ulloa, para penggawa Leicester sudah mencoba untuk membuka celah pertahanan mereka dari semua sisi. ”Namun, mereka bertahan dengan begitu baik,” puji Ullo dilansir dari harian AS. ”Aku mendoakan semoga mereka bisa mendapatkan trofi Liga Champions musim ini,” jelas striker yang sudah menorehkan 20 gol di semua ajang, sepanjang tiga musim berkostum Leicester.

Simeone sendiri tidak menampik rasa kegembiraan mendapatkan semifinal ketiganya bersama Los Colchoneros, julukan lain Atleti. ”Sejak pertama kali datang ke sini, aku telah berkeinginan menjadikan Atletico tim yang kompetitif melawan klub lain,” jelasnya dalam konferensi pers, dikutip dari Sky Sports. Entrenador 46 tahun tersebut melanjutkan, apa yang didapatnya tak lepas dari performa apik Gabi dkk.

Apalagi, kentara sekali bagaimana determinasi Leicester agar bisa melanjutkan cerita dongeng mereka di pentas Eropa. Dengan sedikit bercanda, Simeone mengatakan bahwa dia takut harus menantang Leicester di kandang mereka sendiri. ”Kami berada dalam teror sepanjang malam karena permainan yang mereka tampilkan, katanya. (apu)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%