OCA Sepakat Kurangi Cabor AG 2018

Kamis, 20 April 2017 | 13:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Gatot S Dewa Broto (paling kanan).

INDOPOS.CO.ID  - Jumlah cabang olahraga yang akan dikurangi pada Asian Games di Jakarta dan Palembang, 2018 mendatang, mulai mendapat titik terang. Ya, dari rapat terbatas yang dilakukan oleh pihak Olympic Coucil  Of Asia (OCA) dan Inasgoc (Indonesia Organizing Committee) dengan wakil presiden Indoesia, Jusuf Kalla, terungkap ada enam cabor yang akan terpangkas. 

Itu berarti, dari total 42 cabang olahraga yang rencananya dipertandingkan di kejuaraan multieven Asian Games tersebut, maka secara otomatis hanya akan ada 36 cabang olahraga yang akan dilombakan. "Ada pengurangan enam cabang olahraga. Tapi, cabang olahraga apa saja, nanti Pak Jusuf Kalla yang umumkan," kata Gatot S. Dewa Broto, sekrtertasi kemenpora, kemarin (19/4). 

Menurut dia, pengurangan enam cabang olahraga tersebut semata mata karena untuk efisiensi anggaran kegiatan. Tapi, lanjut dia, pemerintah sudah berkomitmen di depan OCA bahwa perhelatan Asian Games di Indonesia tetap akan semarak. "Karena suksesnya Asian Games sudah menjadi komitmen pemerintah Indoesia sejak awal," lanjutnya. 

Menurut salah satu informasi dari internal Inasgoc yang tidak mau identitasnya dipublikasikan, enam cabor yang dikurangi dari Asian Games tersebut adalah Squash, handball, rugby, sepak takraw, kriket, dan Kabaddi, salah satu jenis olahraga asal India. Sayang, Gatot yang dikonfrimasi soal enam cabor yang dihapus itu, tetap menutup diri. 

"Itu bukan kewenangan saya untuk mengumumkannya. Biarkan Pak Jusuf Kalla saja yang mengumumkannya. Karena finalisasi penghapusan enam cabang olahraga itu masih menunggu rapat dengan Pak JK,'' ujar dia. "Tapi, kami pastikan enam cabor yang dihapus tidak satupun berkaitan dengan target emas Indonesia," paparnya.  

Memang, pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan petinggi OCA tersebut memang membuahkan hasil yang menggembirakan. OCA menyetujui pengurangan cabang olah raga (cabor) sesuai usulan Indonesia.

JK menuturkan bahwa OCA hanya berpesan untuk tetap mengakomodasi cabor yang sedang berkembang di seluruh Asia. Bukan hanya di Asia Tenggara saja, tapi juga Asia Selatan dan Asia Tengah. ”Pengurangan cabor memang dia setujui. Tinggal diseimbangkan seluru cabang-cabang olahraga,” ujar JK usai mencoblos di TPS 03 Kelurahan Pulo, kemarin (19/4).

Dari hasil pembicaraan dengan OCA ternyata cabor yang wajib diakomodasi itu sesuai yang dipertandingkan pada olimpiade di Rio de Janeiro. Pada perhelatan olahraga multievent itu hanya ada 28 cabor. Itu berbeda dengan cabor yang dipertandingkan pada Asian Games 2014 di Inceon, Korea Selatan sebanyak 36 jenis. ”Yang wajib itu hanya olimpiade Rio 28 cabor,” tegas dia.

Sebelumnya, JK yang juga menjadi ketua tim pengarah Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) itu mematok jumlah cabor tak lebih dari 36 jenis sesuai incheon. Nah, delapan cabor di luar cabor olimpiade Rio itu akan segera ditentukan dengan OCA. Indonesia akan memasukan olah raga yang berpeluang meraih medali. ”Hak tuan rumah selalu ada, tetapi paling tinggi dua sampai tiga gitulah,” imbuh dia.

Sementara itu, pasca terbitnya peraturan presiden terkait penyelenggaraan Asian Games, pemerintah menjanjikan mulai menggenjot promosi event tersebut. berbagai media akan dipakai sebagai sarana promosi agar ganung perhelatan akbar itu benar-benar terasa. diharapkan, swasta juga ikut terlibat.

Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menuturkan, perpres tersbeut membuat pergerakan penyelenggara menjadi lebih lega. Kini, pemerintah bisa melebarkan sayap, tidak hanya terbatas sosialisasi di seluruh kementerian dan lembaga. ’’Nanti kalau sudah ada sponsorship kami harap pihak swasta ikut menyosialisasikan dan menggaungkan,’’ ujarnya.

Semua kebutuhan promosi akan segera diajukan dan diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Saat ini, beberapa bentuk promosi sudah mulai terlihat di sejumlah kementerian. Mulai di lift, baliho di kementerian tertentu, hingga bentangan kain di atap gedung.

Ke depan, penggunaan medianya akan diperluas. Salah satunya bisa mencontoh promosi wisata Indonesia di luar negeri yang menggunakan medika transportasi. ’’Nanti ke depan Insya Allah di Bus, pesawat, Kereta Api, mobil-mobil kementerian, sudah bisa memuat logo Asian Games,’’ tambah politikus PDIP itu.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata akan gencarkan promosi untuk menarik wisatawan bertandang ke Jakarta dan Palembang yang jadi venue Asian Games 2018. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, selam aini pihaknya sudah melakukan kegiatan promosi terkait event tersebut. ”Kami sudah siarkan bahwa event tersebut akan dilaksanakan di Indonesia. kami juga sudah rapat dengan ASITA Palembang dan Jakarta,” kata Pitana kepada Jawa Pos kemarin (19/4).

Pitana juga mengatakan bahwa ASITA di dua kota itu juga sudah menyiapkan paket-paket wisata terkait pelaksanaan event tersebut. Baik sebelum, pada saat, dan setelah event berlangsung. Jumlahnya pun tidak sedikit. Puluhan paket wisata itu juga disebut Pitana sudah siap untuk dijual. Penjualan ini, menjadi bagian dari kegiatan promosi yang dilakukan Kemenpar.

”Kegiatan promosi itu kan ada dua jenis. Yang pertama promosi untuk pengetahuan dan kesadaran melalui media online dan elektronik. Itu sudah kami lakukan. Dan yang kedua sifatnya selling. Ini akan kami lakukan,” tutur Pitana.

Menurut Pitana, progress promosi wisata yang dilakukan untuk menunjang Asian Games 2018 masih on the track. Dalam waktu dekat, brosur promo wisasa Asian Games 2018 juga sudah akan tersedia dan siap disebar. Brosur itu juga akan dibawa Kemenpar ke travel expo (travex) di luar negeri.

 Menurut Pitana, pekan depan, pihaknya akan melakukan promosi ke Vietnam dan Dubai. ”Kami akan bawa brosur itu ke sana. Di sana juga bisa langsung terjadi transaksi,” terangnya. Selain Vietnam dan Dubai, Kemenpar juga akan melakukan sales mission di tiga kota di Malaysia. Yakni Penang, Johor Bahru, dan Kuala Lumpur. Singapura dan Tiongkok juga jadi tujuan promo dalam waktu dekat. ”Palembang ini sangat cocok untuk pasar Tiongkok. Kami akan promo ke sana,” jelasnya. (ben/jun/byu/and)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%