Bawa “RB14” Kejar Defisit, Awal Kebangkitan Red Bull

Jumat, 12 Mei 2017 | 15:15
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
PESAING: Ricciardo and Verstappen (depan) saat balapan di Sepang Malaysia. Red bull yang ditakuti jadi pesaing di 2017, ternyata kalah dari tim Ferrari.

INDOPOS.CO.ID - Memasuki musim baru Formula One (F1) tahun ini tim juara bertahan Mercedes berancang-ancang untuk menghadapi tantangan Red Bull sebagai rival terdekatnya. Tapi sejauh ini mereka salah, karena Ferrari justru menakutkan. Meski begitu, saat balapan datang ke Eropa akhir pekan ini Red Bull akan habis-habisan mengejar ketertinggalan mereka dari Ferrari dan Mercedes.

Sejauh ini, setelah empat seri lewat, Red Bull berada pada posisi 1,3 detik lebih lambat dari mobil tercepat di sesi kualifikasi. Lebih parah lagi, hanya di GP Tiongkok kedua mobil mereka mampu menyelesaikan balapan. Masih lebih baik performa Force India-Mercedes dimana kedua mobilnya selalu finis di zona poin di empat balapan pembuka. Sudah tiga kali DNF (do not finish) dari empat balapan pembuka.

Alhasil , Red Bull telah tertinggal 79 poin dari Mercedes dan 78 angka dari Ferrari pada klasemen sementara konstruktor F1. Meski sudah sedikit terlambat untuk mengejar, Red Bull diperkirakan akan memperkenalkan turun dengan mobil dengan upgrade besar-besaran. Bahkan mantan F1 pundit Sky Sports Marc Prestley yang telah berbincang panjang dengan mantan Team Principal Red Bull Tony Purnell menyebut skuat Milton Keynes itu akan datang dengan mobil yang lebih pantas dinamai RB14 ketimbang RB13. Artinya mobil mereka akan benar-benar baru dengan upgrade super besar.

''Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengejar ketertinggalan yang sudah terlalu jauh kecuali tampil revolusioner,'' ucap Prestley. Red Bull, lanjutnya, memiliki ruang pengembangan yang besar pada mobilnya. Sangat bagus dalam pengembangan mobil, dan yang terpenting adalah mereka sudah memahami apa yang salah pada mobil mereka sejauh ini.

Red Bull juga sempat kesulitan di awal musim lalu. Meski tidak tertinggal begitu jauh seperti saat ini. Tapi mereka bangkit di tengah musim dan berbalik mengalahkan Ferrari. Bos Red Bull Christian Horner mengatakan, master desain mereka Andrian Newey bekerja siang dan malam untuk membawa upgrade besar di Barcelona.

Jika Newey yang bekerja bisa dipastikan Red Bull akan lebih fokus pada perbaikan sisi aerodinamika. Dan memang hanya pada sisi itulah mereka bisa habis-habisan. Karena untuk mengejar upgrade mesin mereka sangat bergantung pada Renault sebagai pabrikan pemasok. Pabrikan mesin asal Prancis itu awalnya menjanjikan upgrade mesin pada GP Monaco. Namun mereka kemudian merevisinya dengan mengatakan akan memastikan reliabilitas (ketahanan mesin) sehingga baru bisa digunakan Juli.

Fokus utama upgrade Red Bull ada pada downforce bagian belakang mobil. Ada perbedaan pandangan di paddock bahwa merosotnya performa Red Bull merupakan dampak dari tidak digunakannya lagi sistem suspensi yang dilarang di awal musim ini. Suspensi aktif yang mengatur stabilitas peredam kejut bagian belakang dan depan itu juga dipakai Mercedes tahun lalu dan juga sudah dicopt tahun ini secara sukarelan oleh skuat Sliver Arrows tersebut.

Bagaimana Verstappen menghadapi balapan pentingnya tahun ini? ''Aku ingin katakan bahwa tidak ada tekanan yang lebih besar dari tahun lalu. Aku memang membalap untuk salah satu tim top saat ini, tapi aku juga selalu berupaya memberikan yang terbaik,'' ucapnya dilansir Sky Sports.

Red Bull dipastikan akan datang ke Barcelona dengan upgrade besar. Namun tim-tim top lainnya juga akan melakukan hal yang sama. Mercedes akan fokus untuk menurunkan bobot mobilnya yang kelebihan enam kilogram. Sementara Ferrari akan menggencarkan perbaikan pada sisi aerodinamuka. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%