Nestapa Juventus di Tiga Final Beruntun Liga Champions

Mereka cuma sekali merebut gelar juara dari tiga Final Liga Champions dari 1996 sampai 1998

Sabtu, 03 Juni 2017 | 12:23
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Juventus kalah di Final Liga Champions 1998

INDOPOS.CO.ID - Final Liga Champions musim 2017 seperti membuka luka lama sekaligus cerita nestapa Juventus. Dari keberhasilan menembus tiga partai final beruntun, Juventus sekali merebut gelar juara.

Pada partai puncak 1998 lalu, La Vecchia Signora menyerah 0-1 dari Madrid. Gol semata wayang Predrag Mijatovic membuat Juventus harus rela kehilangan dua gelar dalam tiga partai final beruntun dalam pertandingan di Amsterdam Arena.

I Bianconeri merebut gelar pada musim 1995-95. Tim Kuda Zebra mengalahkan Ajax Amsterdam di Stadion Olimpico Roma melalui adu penalti. Kuartet algojo Juventus menjalankan tugas tanpa cela masing-masing Ciro Ferrara, Gianluca Pessoto, Michele Padovano, dan Vladimir Jugovic.

Musim berikut, Juventus juga melangkah ke Final Liga Champions. Namun, mereka tumbang dari Borussia Dortmund dengan skor 1-3. Padahal, Juventus muncul sebagai tim favorit di laga ini. Mengingat status mereka sebagai juara bertahan.

Juventus memiliki deretan pemain berkelas di masa itu seperti Zinedine Zidane, Alessandro Del Piero, sampai kiper Angelo Peruzzi. Namun, Juventus besutan Marcello Lippi cuma bisa mencetak satu gol melalui Del Piero di menit 65.

Tim asal Kota Turin ini benar -benar menghentak seantero Eropa dengan keberhasilan melangkah di tiga partai puncak berturut-turut. Musim 1997/98, Juventus melangkah ke Final Liga Champions di Amsterdam Arena, Belanda. Mereka menghadapi raksasa Spanyol, Real Madrid.

Menghadapi Juventus Madrid sendiri berada dalam posisi kurang menguntungkan. Menatap Final Liga Champions 1998 lalu, Los Blancos gagal mempertahankan gelar La Liga dan harus puas mengakhiri musim di peringkat empat di belakang Barcelona, Athletic Bilbao dan Real Sociedad . 

Sedangkan, Juventus, berada di atas angin menyusul keberhasilan merebut gelar Scudetto dua musim beruntun. Bahkan, kekuatan Juventus minim perombakan. 

Walaupun begitu, Madrid ternyata juga mempunyai motivasi besar untuk meraih gelar Liga Champions tersebut. Selain untuk menutupi kegagalan di kompetisi domestik, mereka puasa gelar itu selama sekitar 30 tahun dan menuntaskan ambisi tersebut melalui gol tunggal Predrag Mijatovic.

Nestapa untuk Juventus, dalam tiga final beruntun, mereka cuma sekali menang. Juventus kini memegang rekor sebagai tim terbanyak pengoleksi status runner-up. Dari 8 kali melangkah ke partai puncak, Juventus cuma mampu 2 kali menjadi juara musim 1984–85, 1995–96.

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%