Indonesia Open Superseries Premier 2017

Dua Ganda Muda Indonesia Harus Terhenti

Minggu, 18 Juni 2017 | 09:25
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

INDOPOS.CO.ID - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani belum bisa melanjutkan langkah mereka ke final BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017. Di laga babak semifinal yang digelar pada Sabtu (17/6) malam, kedua pasangan muda ini harus mengakui lawan masing-masing.

Bertanding di Plenary Hall Jakarta Convention Center pada Sabtu (17/6) malam, Fajar/Rian harus menghapus harapan mereka untuk bisa melaju ke final BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017. Mereka dipaksa akui keunggulan Boe/Mogensen dengan 17-21, 21-18 dan 12-21.
 
“Game ketiga menjadi game paling penting. Di game pertama dan kedua masih sama pola permainannya. Di game ketiga kami kalah start, kami terlalu jauh ketinggalan di awal game ketiga,” ujar Fajar usai laga.
 
Meski terhenti, baik Fajar maupun Rian mengaku puas dengan capaian mereka di turnamen yang menawarkan hadiah total US$ 1 juta ini. “Kalau saya pribadi dengan berhasil masuk di babak semifinal sendiri sudah sangat puas. Tetapi permainan hari ini sangat tidak puas karena tidak maksimal,” ujar Fajar.
 
Selanjutnya Fajar/Rian akan bertolak ke Australia untuk turun di Australia Open Super Series 2017. Mereka pun akan menjadi harapan merah putih untuk bisa meraih medali di arena SEA Games bulan Agustus mendatang. “Target kami meraih medali emas dan semoga kami dapat meraih target ini,” pungkas Fajar.
 
Sementara itu, Anggia/Ketut harus mengakui keunggulan Chen Qingchen/Jia Yifan dari Tiongkok. Menghadapi unggulan lima ini, mereka dipaksa menyerah dalam dua game langsung 21-12 dan 21-17.
 
Setelah kehilangan game pertama dengan 12-21, pertarungan sempat berjalan sengit di game kedua. Mereka bahkan beberapa kali kejar mengejar angka dan angka pun kerap imbang. Pertahanan Ni Ketut dan sergapannya di depan net sempat beberapa kali berbuah angka. Meski demikian, penampilannya tak secemerlang tadi malam. Usai imbang diangka 17-17, mereka malah tertekan dan kehilangan empat angka beruntun dan kalah 17-21.
 
“Kami kesulitan untuk keluar dari tekanan, di lapangan tadi tidak ada permainan-permainan kami seperti kemarin,” ujar Anggia.
 
“Kualitas lawan juga memang bagus, di game kedua kami mencoba untuk terus fokus tidak seperti di game pertama. Hanya saja di akhir game kedua kami kehilangan kontrol diri sendiri dan kami kehilangan fokus,” tambah Ni Ketut.
 
Meski demikian mereka mengaku cukup puas dengan capaian mereka di turnamen yang menawarkan hadiah total US$ 1 juta ini. “Kalau dilihat dari hasil kami cukup puas bisa sampai ke babak semifinal, tetapi kalau dari pertandingan tadi, kami kurang puas karena tidak bisa mengeluarkan semua kemampuan kami. Kedepannya kami ingin bisa memperbaiki semua, fisik, teknik dan mental,” pungkas Anggia.
 
Dengan demikian, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos ke partai puncak. Mereka selanjutnya akan berhadapan dengan Zheng Siwei/Chen Qingchen. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%