Dejavu Kemerosotan Lewis Hamilton di Formula One

Selasa, 11 Juli 2017 | 17:23
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Lewis Hamilton

INDOPOS.CO.ID - Dua seri sebelum GP Austria, Lewis Hamilton sepertinya sudah akan mengambil kendali dalam perebutan gelar juara dunia Formula One (F1) 2017. Tapi setelah rentetan masalah teknis yang datang tanpa prediksi pembalap Inggris itu kini berada di posisi sulit.

Setelah hanya mampu finis keempat di Red Bull Ring, Minggu (9/7) kini Hamilton tertinggal 20 poin dari rival terbesarnya di klasemen pembalap F1 Sebastian Vettel (Ferrari). Jika mundur lagi ke musim lalu, situasi yang hampir sama juga dialami pembalap Inggris tersebut. Di akhir musim, dia gagal mempertahankan gelar juaranya.

Tahun lalu, Hamilton juga mengalami penalti akibat mengganti gearbox dan masalah mesin di Tiongkok. Kemudian kasus mesin lagi di Rusia. Lanjut ke tabrakan dengan mantan rekan setimnya Nico Rosberg di Spanyol dan crash di sesi kualifikasi hingga kerusakan ERS di Baku. Hamilton yang tertinggal 24 poin di belakang Rosberg di Austria 2016, mengalami tabrakan lagi di lap terakhir.

Tapi pembalap Inggris itu mampu mengepras jaraknya menjadi 11 poin dari Rosberg. Meki begitu, lagi-lagi masalah mesin di GP Malaysia membuat peluangnya mempertahankan gelar juara musnah.

Di Austria tahun ini, Hamilton kembali harus berurusan dengan pergantian gearbox karena rusak di Baku. Penalti lima grid start membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-8 setelah hanya mampu finis ketiga di sesi kualifikasi. Kondisi itu membuatnya sulit bertarung merebut kemenangan. Alih-alih memperpendek jarak poin dari Vettel, Hamilton justru kehilangan enam poin.

Hamilton punya beberapa hari saja untuk menenangkan diri. Karena Minggu nanti (16/7) balapan akan kembali dilanjutkan di Inggris, tanah kelahirannya sendiri. Tak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menang. ''Aku berharap bisa datang ke Silverstone tanpa ada masalah. Kami ingin balapan akhir pekan nanti berjalan dengan bersih,'' tandasnya.

Posisinya di klasemen memang cukup jauh dari Vettel. Selisih keduanya 35 poin. Walau begitu, Bottas punya konsistensi dalam balapan, ketenangan, jauh dari konflik, dan lebih dari itu adalah keberuntungan. Di Baku, setelah mengalami kerusakam mobil di awal lomba dan tercecer di posisi 20, Bottas mampu bangkit, lalu finis runner up. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%