Pirelli Ungkap Alasan Pecah Ban di GP Silverstone

Jumat, 28 Juli 2017 | 14:48
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
AJANG:Ban Pirelli dalam ajang Grand Prix Formula One (F1).

INDOPOS.CO.ID - Pirelli telah menegaskan alasan di balik pecahnya ban mobil Ferrari saat melintas di Grand Prix (GP), Silverstone, 16 Juli 2017. Saat itu, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen mengalami masalah pada ban saat melakukan duel melawan dua pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Alhasil, dengan meletusnya ban yang dimiliki Raikkonen, Ferrari harus rela tidak mencapai podium dalam balapan sengit tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Pirelli, Ban Raikkonen memang tidak sampai pada titik akhir perlombaan, diduga ban tersebut mengalami kontak dengan benda luar yang menyebabkan kerusakan.

“Hasil analisis dari ban soft yang dimiliki Kimi Raikkonen pada GP Silverstone, mengungkapkan bahwa telah terjadi kerusakan pada dua tempat yang berada di daerah internal. Kerusakan ini tidak terdapat pada area ban mana pun. Dari hasil penelitian area garis dan struktur ban tidak mengalami tanda-tanda overheat. Jadi kemungkinan besar kerusakan ini berasal dari kontak dengan benda luar yang menyebabkan kerusakan pada dua tempat yang berbeda,” tulis situs resmi Pirelli, dilansir Foxsportasia, Kamis (27/7).

Dengan ini disimpulkan pembalap berjuluk The Iceman tersebut menabrak puing yang tajam yang terbang dan menghantam ban yang dimilikinya hingga pecah. Akibat kejadian ini, Vettel harus puas dengan menduduki posisi ketujuh sementara Raikkonen sukses meraih podium ketiga bersama dengan dua pembalap Mercedes.

Sementara pembalap Movistar Yamaha Maverick Vinales mengakui kalau ajang balap MotoGP 2017 begitu memperhitungkan kemampuan ban. Pasalnya, dengan melakukan kesalahan sedikit saja, rider akan kehilangan poin penting ketika berada di lintasan. Penampilan Vinales di awal musim begitu menggebrak. Bagaimana tidak, ia sukses naik ke podium utama dua kali berturut-turut. GP Qatar dan Argentina menjadi penampilan gemilang mantan pembalap Suzuki Ecstar tersebut.

Kendati demikian, Vinales kehilangan poin saat mengaspal di Austin, Amerika Serikat. Dirinya terjatuh saat mencoba melakukan tikungan. Alhasil, ia merasa salah memilih tipe si karet bundar yang cepat tergerus.

Memang selama dua musim terakhir, Michelin menjadi salah satu penyokong tunggal ban para pembalap MotoGP. Namun, banyak pembalap mengeluhkan produk buatan  Prancis tersebut karena dinilai terlalu lunak. Melihat hal tersebut, Vinales merasa tiap rider harus mampu menjaga ritme balap dengan memikirkan kondisi ban.

“Ada banyak race, ban itu penting. Seperti yang Anda lihat, saya memenangi dua balapan. Namun kemudian terjatuh, jadi kita harus mampu mengelola ban  dengan baik. Selain itu juga kita tak boleh melakukan kesalahan seperti di Austin dan Assen. Kami harus tampil cepat dan tepat,” ungkap Vinales mengutip Tuttomotoriweb, Kamis (27/7). (oks/JPG)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%