Dovizioso Pantas jadi Penantang Serius Juara Dunia MotoGP

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 14:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Rider Ducati Andrea Dovizioso

INDOPOS.CO.ID - Rider Ducati Andrea Dovizioso menjelma menjadi penantang terkuat Marc Marquez dalam persaingan perebutan juara dunia MotoGP musim ini. Salah satu faktor penting Dovizioso bisa seperti itu adalah konsistensi.

Hingga sebelas seri balapan terlewat, belum tampak jelas rider yang bakal mengamankan gelar di akhir musim. Dari posisi teratas klasemen pembalap saat ini, Marquez hingga rider di urutan kelima Daniel Pedrosa, semuanya hanya terpisah 35 poin. Padahal masih tersedia 175 poin yang bisa diperebutkan di tujuh seri tersisa.

Dari grafis yang terpampang bisa dilihat bahwa Marquez adalah pembalap paling cepat mengalami kemajuan sepanjang musim berjalan. Pada seri MotoGP Italia Mei lalu, rider 24 tahun tersebut tertinggal 37 poin di belakang pimpinan klasemen saat itu Maverick Vinales (Movistar Yamaha). Tapi setelah lima balapan berikutnya, sang juara bertahan mampu membalikkan keadaan dengan memimpin klasemen dengan keunggulan 24 poin. Itu artinya, Marquez mencetak 71 poin lebih banyak dari Vinales di lima balapan terakhir.

Setelah MotoGP Barcelona hingga saat ini Marquez menjadi satu-satunya pembalap yang selalu mampu berdiri di podium. Di antaranya dua kemenangan di Jerman dan Republik Ceko. Apakah Marquez sudah benar-benar nyaman dengan RC213V tunggangannya? Yang pasti, juara dunia Moto2 2012 itu melakukan paling sedikit kesalahan dibandingkan para rivalnya Di saat yang sama Honda juga terus memperbaiki performanya. Sebagai konfirmasi dari capaian itu, rekan satu tim Marquez, Pedrosa juga selalu berdiri di podium di lima seri terakhir, kecuali di Assen.

''Motorku bisa digeber sampai batas maksimal, hingga aku bisa melakukan manuver tertentu yang aku inginkan dengan percaya diri,'' terang Marquez tentang aksi duelnya dengan bintang Ducati Andrea Dovizioso di lap terakhir MotoGP Austria Minggu lalu (13/8).

Sementara itu, penggila MotoGP belum bisa move on dari kemenangan gemilang Dovizioso di Austria. Rider Italia tersebut adalah pembalap paling konsisten sepanjang musim 2017. Bersama Valentino Rossi (Movistar Yamaha) Dovi hanya mengalami satu kali do not finish (DNF). Sementara para rival mereka masing-masing sudah dua kali. Sekali DNF yang dialami Dovizioso bukan karena kesalahannya sendiri, tapi ditabrak Aleix Espargaro di Argentina,.

Dovi juga sudah mengantongi tiga kali kemenangan, sama seperti Marquez dan Vinales. Angka tersebut sekaligus mengonfirmasi kemajuan luar biasa yang dicapai Ducati dan juga Desmosedici. ''Kini aku bisa membalap untuk gelar juara dunia,'' ungkap Dovi yang mulai berani berbicara tentang juara dunia tahun ini. Kemenangannya di Red Bull Ring sekaligus menggeser posisi Vinales di posisi kedua klasemen pembalap dengan selisih 16 poin dari Marquez.

Konsistensi Dovizioso menunjukkan dirinya sebagai pembalap sempurna di antara para rivalnya, Dia seperti tahu kapan dan bagaimana caranya attack, kapan harus bertahan, dan bagaimana caranya bertahan saat sang rival menyerang.

Dari kubu Yamaha, statistik mununjukkan bahwa mereka mengalami kemunduran. Mendominasi awal musim dengan tiga kemenangan. Dua dari tangan Vinales dan satu sumbangan Rossi. Masalah muncul ketika balapan memasuki seri Eropa. Masalah ban di Jerez dan Barcelona membuat seluruh proyek pengembangan yang tampak sempurna di awal musim menjadi “salah”.

Frame baru datang di tengah uji coba Barcelona. Frame itu dibuat atas masukan dari Rossi. Pada performa fram itu untuk kali pertama, Rossi langsung juara di Assen, Belanda. Frame itu seperti jawaban dari masalah tersebut. Namun kemudian masalah muncul lagi di seri-seri Eropa berikutnya.

Di tiga balapan terakhir, Vinales dan Rossi hanya meraih satu podium. Saat Marquez meraih 106 poin dan Dovizioso 79 angka di lima balapan terakhir. Vinales hanya mendulang 45 poin dan Rossi 66 poin. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%