Comeback Manis Spalletti di Olimpico

Senin, 28 Agustus 2017 | 14:14
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Selebrasi striker Inter Milan, Mauro Icardi usai menjebol gawang AS Roma. Inter pun sukses mengalahkan tuan rumah 1-3 dalam laga tersebut.

INDOPOS.CO.ID - Musim lalu, Luciano Spalletti seperti menjadi public enemy number one bagi Romanisti, julukan fans Roma. Sebab, dia kerap mencadangkan dan bersitegang dengan Francesco Totti. Salah satu faktornya menyangkut taktikal. Padahal, kemampuan Totti masih terjaga. Terlebih, musim lalu adalah musim terakhir Totti mengabdi dan memutuskan pensiun per musim ini.

Keputusan manajemen Giallorossi--julukan Roma--mendepak Spalletti dan memilih Eusebio Di Francesco sebagai suksesor juga diprediksi langkah tepat. Sepak terjang bersama Sassuolo di tiga musim jadi pertimbangan utama. Bahkan, saking jengkelnya dengan Roma, Spalletti pernah mengatakan di awal Mei bahwa dia tidak akan pernah kembali ke Roma.

Kemarin dini hari, pelatih 58 tahun memutuskan comeback. Namun, sebagai pelatih Inter. Dengan latar belakang musim lalu, tidak berlebihan bila Spalletti begitu termotivasi. Dan, hasil akhir laga yang dihelat di Stadion Olimpico itu adalah 3-1 untuk Inter. Padahal, tuan rumah sempat unggul terlebih dahulu melalui Edin Dzeko pada menit ke-15. Mauro Icardi memborong dua gol pada menit ke-67 dan 77. Sedangkan satu gol lainnya disumbang pemain baru Matias Vecino (87').

Pembalasan yang indah. Namun, Spalletti memilih untuk merendah. Bahkan, sesaat seusai laga, dia kedapatan memeluk beberapa penggawa Roma, salah satunya adalah kapten Daniele De Rossi. ''Di babak pertama, mereka (Roma, Red) lebih daripada kami. Sebab, kami gagal mengalirkan bola dengan baik. Itu yang membuat mereka bisa mendominasi penguasaan bola,'' kata Spalletti kepada Mediaset.

Meski begitu, pelatih yang pernah membesut Roma dalam dua periode tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya atas hasil kemarin dini hari. Apalagi, kemenangan tersebut adalah yang pertama bagi Inter di Stadion Olimpico sejak 19 Oktober 2008.

Padahal, reuni kilat Spalletti di Olimpico tidak berjalan dengan ramah. Romanisti terdengar beberapa kali bersiul dan meneriakkan boo kepada pelatih yang pernah menangani Zenit St. Petersburg itu.  Tetapi, Spalletti, lagi-lagi, menyikapinya dengan santai. ''Siulan di stadion? Banyak yang menilai bahwa saya adalah penyebab Totti pensiun,'' ujarnya kepada La Stampa. ''Yang meneriaki dan bersiul kepada saya adalah fans Totti. Saya justru mendapat banyak pesan positif dari fans Roma,'' imbuh Spalletti lagi.

Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, mengatakan bahwa timnya kurang beruntung. Hal itu merujuk kepada tiga tendangan yang semuanya membentur mistar. ''Di waktu yang bersamaan, kami juga melakukan kesalahan yang tidak penting, terutama gol penyeimbang mereka,'' ucap pelatih 47 tahun itu. ''Pekan lalu, mereka komplain lantaran tidak banyak peluang yang tercipta. Namun, kali ini, mereka mengeluh karena banyaknya peluang yang terbuang,'' keluhnya.

Daripada menyoroti dia yang "balik kucing" ke Olimpico, pelatih yang memberi dua Coppa Italia musim 2006-2007 dan 2007-2008 kepada Roma itu lebih senang membicarakan progres Icardi dkk. Meski gagal melanjutkan clean sheet kemenangan 3-0 atas Fiorentina pekan lalu, dia mengaku bahwa perkembangan mental tanding timnya cukup signifikan.

''Dua pertandingan yang berbahaya bagi kami, termasuk melawan Fiorentina pekan lalu. Memang, harus diakui bahwa kemenangan juga tidak lepas dari keberuntungan. Namun, tetap saja menang dari Roma di kandangnya bisa meningkatkan kepercayaan diri kami,'' tutur Spalletti. (io)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%