Ferrari Pemenang Sejatinya di GP Belgia

Walau Hamilton Miliki Kesempurnaan

Rabu, 30 Agustus 2017 | 20:19
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Lewis Hamilton

INDOPOS.CO.ID - Pada akhirnya, Lewis Hamilton memang mendapat hasil sempurna di GP Belgia. Mampu memanfaatkan rekor pole position-nya ke-68 menjadi kemenangan ke-58 sepanjang karirnya di Formula 1. Namun bintang Mercedes itu harus meraihnya dengan perjuangan sangat keras yang seharusnya tidak perlu dilakukan di Spa Francorchamps, sirkuit favorit tim pabrikan Jerman itu.

Spa seharusnya teritori kekuasaan Mercedes. Sirkuit dengan karakter cepat dan mengalir dimana mesin Mercedes yang powerful bisa dengan mudah mengalahkan Ferrari. Apalagi Hamilton bermodal mesin anyar yang baru digunakan di Belgia.

Dengan mesin yang masih segar dan lebih powerful, seharunya pembalap Inggris itu bisa menikmati balapan seperti saat membalap di seri kandangnya, di Silverstone Juli lalu. Di sana, Hamilton menyabet pole dengan selisih lebih dari setengah detik dan mampu melarikan diri dari kejaran Kimi Raikkonen saat lomba. Hingga pada akhirnya, duo Ferrari yang terus-menerus menggeber mobilnya mengejar Hamilton mengalami pecah ban di lap terakhir.

Di Spa, jagoan Ferrari Sebastian Vettel mampu finis kedua di sesi kualifikasi dengan jarak tak sampai setengah detik. Sebuah kemajuan yang jelas jika dibandingkan dengan performa mereka di Silverstone. Apalagi jika mengingat Hamilton diketahui menggunakan mesin baru, sedangkan Ferrari tidak. Saat melakukan simulasi balap pada sesi latihan Jumat, Ferrari tampak sangat solid. Hamilton sudah tampak kewalahan meski sirkuit sedang kosong di depannya. 

Kelemahan Mercedes itu dirasakan Hamilton. ''Mobil kami memang tidak berada pada kondisi ideal seperti yang kami inginkan. Memang kuat di sesi kualifikasi, tapi di balapan kami kesulitan secara umum,'' akunya dilansir Autosport.

Kondisi aneh tersebut, lanjutnya, bisa beragam dari satu balapan ke balapan yang lain. “Tapi pada balapan tadi (Silverstone) kami benar-benar tidak punya race pace. Dia (Vettel) bisa menempelku terlalu dekat dan bahkan bisa berada dalam jangkauan sepersepuluh detik,'' ulas Hamilton.

Boss Mercedes Toto Wolff kemudian mengungkap bahwa timnya sengaja menurunkan level set up mobil mereka di sesi kualifikasi. Tujuannya untuk menghemat power mesin agar bisa bertarung sampai batas maksimal di race. Taktik itu berhasil. Namun Hamilton harus bekerja keras menaklukkan sektor dua dimana bagian tersebut sangat teknikal dengan tikungan-tikuangan berubah arah.

''Keputusan yang sulit karena kami harus menyeimbangkan performa kami di kualifikasi dan balapan. Kami mengorbankan downforce pada kualifikasi, yang artinya kami mengorbankan kecepatan di sektor dua untuk lebih cepat di sektor satu dan tiga,'' papar Wolff. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%