Grand Slam AS Terbuka, Sekarang Waktunya yang Muda

Sabtu, 09 September 2017 | 14:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Sloane Stephens

INDOPOS.CO.ID - Servis keras Sloane Stephens yang berbuah ace menutup dengan manis pertadingan semifinal grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka dirinya kontra Venus Williams kemarin dini hari di Arthur Ashe Stadium. Hasil itu sekaligus membuat petenis 24 tahun tersebut mencatat sejarah di negeri sendiri dengan menembus final ajang mayor kali pertama sepanjang karir dengan menundukkan Williams 6-1, 0-6, 7-5.

Menembus final grand slam pada musim ini tidak pernah terfikirkan sebelumnya bagi Stephens. Pasalnya, dua bulan lalu dia masih terseok-seok di peringkat 934 dunia lantaran baru comeback dari cedera patah tulang kaki kanan yang membuatnya  mengakhiri musim lebih cepat pada Agustus 2016. “Sungguh aku tidak pernah membayang sebelumnya ini bisa terjadi,” ucap Stephens dilansir New York Times.

Di lain sisi, Williams tidak dapat menyembunyikan kekecewaan. Dia gagal menembus final AS Terbuka kelimanya sepanjang karir. Pada 2000 dan 2001 dia menjadi kampiun. Petenis 37 tahun itu pun harus mengakui para petenis muda kini telah bermunculan untuk mengakhiri era kejayaannya.

“Tapi aku pastikan aku belum mau kemana-mana. Aku akan terus bermain tenis,” tambah kakak kandung Serena Williams sekaligus pemilik tujuh titel ajang mayor tersebut.

Final AS Terbuka musim ini memang menggambarkan para petenis muda sudah mengambil panggung. Dari empat petenis tuan rumah yang menembus semifinal, dua petenis yang lolos ke final adalah yang memiliki usia termuda.

Itu dipastikan setelah Madison Keys (22 tahun) menumbangkan Coco Vandeweghe (25 tahun) di semifinal lainnya. Keys menang dua set langsung 6-1, 6-2 atas kopatriotnya tersebut.

Ini sekaligus membuat final AS Terbuka 2017 tercatat sebagai final grand slam pertama sejak 1990 yang menampilkan All-American final tanpa melibatkan Williams bersaudara. Kali terakhir final sesama petenis putri AS di grand slam yang tidak menampilkan Venus atau Serena adalah di partai puncak Wimbledon 1990 yang saat itu mempertemukan Martina Navratilova melawan Zina Garrison.

Di AS Terbuka sendiri, ini menjadi all-American final kesepuluh di tunggal putri sejak Open era dimulai pada 1968. Kali terakhir final sesama petenis AS terjadi pada 2002 saat Serena menumbangkan Venus dua set langsung 6-4, 6-3.

Stephens dan Keys dini hari nanti bakal sama-sama berstatus debutan di partai puncak ajang mayor. Pencapaian terbaik Stephens maupun Keys di grand slam sebelum ini adalah semifinalis. Stephens melakukannya pada Australia Terbuka 2013. Sementara Keys pada Australia Terbuka 2015.

 

Meski di pertandingan pro resmi keduanya baru bersua sekali, namun baik Keys dan Stephens sudah saling kenal luar-dalam. “Kami (Keys dan Stephens) berada di turnamen yang sama sejak junior. Satu tim di Piala Fed. Makan malam dan jalan-jalan tidak asing lagi kami lakukan bersama-sama,” ucap Keys.

Dalam satu-satunya pertemuan keduanya di ajang pro pada Miami Open 2015, Stephen unggul atas Keys. Saat itu Stephens menang dua set langsung 6-4, 6-2. “Tidak mudah bertarung melawan teman sendiri. Aku yakin final ini akan sengit. Dia salah satu teman terdekatku,” ucap Stephens. (irr)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%