Sainz ke Renault, Peluang Kubica Tertutup

Senin, 11 September 2017 | 16:42
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Carlos Sainz Jr (kiri) dan Robert Kubica (kanan)

INDOPOS.CO.ID - Deal besar-besaran mengiringi usaha McLaren untuk mendapat pasokan mesin Renault musim depan. Pabrikan mesin asal Prancis tersebut meminta kompensasi lebih besar dari sekedar uang. Untuk melicinkan kesepakatan tersebut Renault bakal mendapatkan bintang bersinar Toro Rosso Carlos Sainz Jr.

Pembalap Spanyol itu bakal mengambil alih kursi balap Jolyon Palmer di Renault. Ya, pembalap Inggris tersebut tampil kurang memuaskan sepanjang dua tahun terakhir. Kehadiran Sainz di Renault diharapkan bisa membantu pengemabangan mobil Renault sekaligus mendongkrak hasil balapan. Apalagi Renault punya ambisi besar merebut gelar juara F1 sejak kembali sebagai tim konstruktor penuh 2016 lalu.

Dengan memasangkan Sainz dan Nico Hulkenberg musim depan Renault disebut-sebut akan memiliki pembalap dengan skill merata. Sehingga kompetisi di internal tim meningkat. Dampaknya bakal baik untuk pengembangan mobil dan mesin. Keputusan itu bakal diumumkan resmi dalam waktu dekat.

Proses transfer Sainz ke Renault melibatkan banyak tangan di paddock F1. Karena Sainz adalah pembalap junior Red Bull dan dikontrak langsung oleh tim konstruktor asal Austria tersebut. McLaren yang menginginkan mesin Renault harus mencarikan tim F1 lain untuk menampung mesin Honda yang dipakainya selama tiga musim terakhir.

Renault sendiri enggan menambah kuota mesinnya di F1 dengan alasan khawatir menurunkan kualitas. Jadilah McLaren melobi Toro Rosso agar sudi memberikan alokasi mesinnya ke McLaren dan memakai Honda musim depan. McLaren bisa memperpatahankan Fernando Alonso dengan kesepakatan ini.

''Kita akan lihat apa yang terjadi. Ada beberapa opsi di luar sana dan aku perlu mempertimbangkan semua dan membuat keputusan,'' tukas Alonso dilansir Crash.

Kedatangan Sainz ke Renault sekaligus menutup peluang Robert Kubica yang digadang-gadang bakal comeback musim depan. Pembalap Kanada itu sudah beberapa kali mengikuti serangkaian uji coba bersama Renault musim ini dan konon hasilnya melebihi ekspektasi. Kabar yang muncul kemudian adalah Kubica menjadi kandidat kuat pengganti Felipe Massa di Williams. Kontrak Massa habis akhir tahun ini setelah kembali dari pensiun singkatnya musim lalu menggantikan Valtteri Bottas yang digaet Mercedes.

Honda juga punya kepentingan menempatkan pembalap asuhannya ke ajang F1. Peluang itu kini terbuka karena satu kursi Toro Rosso kosong ditinggal Sainz. Nah, kemungkinan kursi kosong itu akan diberikan kepada pembalap Jepang Nobuharu Matsushita yang kini berlaga di Formula 2.

 

Tapi masalahnya Matsushita belum memiliki superlicense yang menjadi syarat wajib membalap di F1. Untuk memenuhi poin yang disyaratkan guna mendapat superlicense pembalap bernomor start #7 itu minimal harus finis peringkat ketiga di klasemen F2 akhir musim ini.

Nah, ini justru membuka peluang bagi dua pembalap Indonesia untuk berebut kursi F1. Pertama Rio Haryanto. Dia adalah satu-satunya pembalap Asia yang pernah berlaga di F1 dalam beberapa tahun terakhir. Reputasinya bagus dan jelas sudah memegang superlicense. Dari seorang sumber terpercaya manajemen Rio sudah beberapa kali bertemu pihak Honda, Jepang untuk membicarakan peluang itu. Namun pembicaraan itu dilakukan saat Honda sedang merintis kerjasama dengan Sauber. Kesepakatan dengan Sauber itu kandas beberapa bulan kemudian.

Peluang itu juga bisa diraih Sean Gelael yang saat ini menjadi salah satu pembalap uji Toro Rosso. Sudah dua kali turun di sesi uji coba di Bahrain dan Silverstone, Sean juga bakal turun di empat sesi latihan bebas F1 di akhir musim ini bersama Toro Rosso. Dimulai dari Singapura, Malaysia, Meksiko, dan Abu Dhabi. Soal pengalaman di atas mobil F1, Sean tentu lebih baik dari Matsushita.(cak/jpg)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%