Main Bola, kok Taruhannya Nyawa

Selasa, 12 September 2017 | 11:24
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
TEROR: Pemain Arema FC pulang naik kenderaan taktis milik Polri.

INDOPOS.CO.ID - Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itu agaknya tepat untuk menggambarkan situasi yang dihadapi Arema FC. Sudah kalah 0-2 dari Madura United, Hendro Siswanto dan kawan-kawan harus menerima teror pasca pertandingan.

Teror itu sudah dialami rombongan tim Arema FC begitu akan meninggalkan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Bus yang mengangkut rombongan tim Arema FC dilempari batu oleh oknum suporter.

Tapi, bus itu tetap melaju hingga akhirnya tiba di hotel tempat tim menginap. Sempat beristirahat sebentar, rombongan tim Arema FC langsung meninggalkan hotel pukul 24.00, Minggu dini hari (10/9). 

Demi mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, rombongan tim Arema FC ”transit” di Polres Sampang. Para pemain sempat dioper ke kendaraan taktis (rantis) baracuda milik polisi. Namun, tak lama kemudian para pemain diminta untuk pindah ke bus milik polisi. Sebab, barracuda dipakai untuk mengangkut 18 pemain Arema FC U-19. Kebetulan, tim muda Arema FC baru saja melakoni laga melawan Madura FC.

Menumpang bus milik polisi, rombongan tim Arema FC menghadapi masalah baru. Sebab, bus medium itu sejatinya hanya muat untuk 27 penumpang. Akan tetapi, bus tersebut justru diisi hingga 35 orang. Itu belum sejumlah tas berukuran besar yang berisi perlengkapan pemain yang juga dimasukkan ke dalam bus.

Alhasil, beberapa ofisial tim harus mengalah dengan berdiri selama perjalanan. Termasuk Sekretaris Tim Arema FC Muhammad Taufan. Bahkan, beberapa pemain meski mendapatkan kursi tetap merasa tak nyaman selama perjalanan dari Sampang menuju Sidoarjo yang memakan waktu dua jam, antara pukul 02.00 hingga 04.00.

Kondisi tak nyaman di dalam bus itu terutama dialami pemain yang punya postur tubuh di atas 180 sentimeter. Arthur Cunha salah satunya. ”Sakit semua,” keluh Arthur yang sempat terlihat beberapa kali berdiri untuk meregangkan otot kakinya.

Situasi ini juga dikeluhkan kiper Arema FC, Dwi Kuswanto. ”Seharusnya mereka (oknum suporter) tidak menyerang pemain,” kata Dwi.

Hal yang sama juga keluar dari mulut Junda Irawan. ”Bermain sepak bola kok taruhannya nyawa,” ujar dia.

Bahkan, Asisten Pelatih Arema FC Singgih Pitono menyatakan, kondisi seperti ini memang sudah beberapa kali dia alami. ”Sejak dulu yang seperti ini (diserang oknum). Tapi, seharusnya sudah tidak perlu terjadi lagi,” kata Singgih.

Perlu diketahui, begitu tiba di rest area tol Sidoarjo, rombongan tim Arema FC pindah lagi ke bus lainnya. Pengawalan dari polisi pun tak lagi dilakukan karena jalur Sidoarjo hingga Malang dianggap relatif aman. Rombongan tim Arema FC akhirnya tiba di Malang pukul 07.00. (adk/c1/muf/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%