Arema Tak Ingin Gagal di Laga Emosional

Rabu, 13 September 2017 | 11:46
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
LAGA PANAS: Kiper Arema FC Dwi Kuswanto saat sesi latihan di Stadion Gajayana, Kota Malang.

INDOPOS.CO.ID – Arema FC hampir terbilang sulit menjadi juara di Liga 1. Tim ini juga hampir tidak mungkin terdegradasi. Karena itu, bisa dipastikan tidak ada laga yang begitu menentukan bagi Arema FC di sisa Liga 1 ini. Untuk itu, laga melawan Persela Lamongan pada Sabtu (16/9) bisa menjadi laga paling seru bagi Arema FC.

Di tim inilah, eks pelatih Arema FC Aji Santoso yang mengundurkan diri pada Juli lalu kini menapaki kembali jalan kepelatihannya. Laga melawan Arema FC juga menjadi debut Aji bersama Persela. Saat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir melawan Perseru Serui Jumat lalu (8/9), Aji yang baru sehari bergabung dengan tim tersebut hanya berada di tribun. Karena itulah, laga ini merupakan laga emosional bagi Aji maupun penggawa Arema FC.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo menyebutkan, pertandingan ini bakal seru. Bukan hanya soal Persela yang saat ini dilatih oleh Aji Santoso, tapi juga karena pergantian pelatih di Arema FC. ”Terlepas dari perseorangan yang melatih pemain Persela adalah Aji. Dari pengalaman saya, siapa pun pelatih baru dalam sebuah tim pasti membawa suasana lebih semangat lagi,” kata Ruddy kepada Jawa Pos Radar Malang Selasa (12/9).

Suasana penuh semangat dan optimisme tersebut penting bagi sebuah tim dalam melakoni laga. ”Tim yang suasananya bagus memiliki ambisi besar agar bisa menang, itu sudah pasti,” terang Ruddy.

Apalagi, dia melanjutkan, Aji sudah terbukti di Persela. Pada Indonesia Soccer Championship (ISC) A tahun lalu, Aji juga datang dan performa tim langsung menanjak. Tak berbeda dari kondisi saat ini, Aji juga datang sebagai penyelamat tim untuk tidak terdegradasi. ”Yang kami patut waspadai adalah pergantian pelatih dari yang lama ke pelatih yang baru ini, bukan dari siapa yang melatih,” ungkap pria asal Madiun tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika Arema bermain seperti saat melawan Madura United (MU) bisa jadi kekalahan lagi yang dialami. Menurut dia, banyak yang perlu dibenahi dari hasil pertandingan lalu. Ruddy menyebut, pertahanan yang seharusnya dibenahi sebelum laga melawan Persela.

”Evaluasi kami adalah sisi pertahanan. Kami tidak menggunakan kiper terbaik yang dimiliki. Bukan berarti kami mengecilkan Dwi (Kuswanto) dan belum adanya Bagas (Adi Nugroho),” imbuhnya.

Dia melanjutkan, tidak ada yang salah dalam pertandingan lalu. Hanya, ditariknya Juan Pablo Pino membuat strategi yang digunakan tidak berjalan. Pino ketika itu ditarik karena cedera hamstring dan digantikan Cristian Gonzales pada menit ke-57.

”Pino merupakan salah satu andalan untuk membongkar pertahanan lawan. Dan, skenario Pak Joko (Gethuk)  tidak berjalan karena Pino serta Syaiful (Indra Cahya) ditarik dari lapangan,” tandasnya. (adk/c2/riq/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%