Tampil di Japan Open SuperSeries, Tak Ada Target Khusus Bagi Kevin dan Marcus

Rabu, 20 September 2017 | 10:51
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

INDOPOS.CO.ID - Jadwal padat sedang menghadang para pebulutangkis nasonal.Ya, setelah tampil melelahkan di Korea Open Super Series 2017 dua hari lalu, kini mereka sudah harus kembali turun arena untuk membela merah putih di Japan Super Series yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang, Selasa sampai 24 September mendatang. 

Di hari pertama nanti, Mainaky bersaudara, Yehezkiel Fritz Mainkay dan Lyanny Alessandra Mainaky yang turun di ganda campuran yang menjadi penampilan perdana wakil Indonesia dalam turnamen tersebut. Pasangan yang berada di peringkat 96 dunia itu akan ditantang oleh pasangan Jepang, Sayaka Hirota dan Takuro Hoki. 

Lyanny Alessandra mengatakan bahwa, meksi lawan yang mereka hadapi nanti, secara peringkat berada jauh di bawah mereka, yaitu peringkat 435 dunia, dia dan Yehezkiel akan tetap all out dengan mengeluarkan semua kemampuan terbaik."Karena lawan yang kami hadapi adalah tuan rumah, dan mereka memiliki motivasi lebih saat berhadapan dengan kami," ucapnya. 

Di sisi lain, sektor ganda putra yang belum berhasil membawa pulang gelar dari Korea Open Super Series 2017 lalu, tidak membuat pelatih ganda putra nasional, Herry Iman Pierngadi kecewa. Bahkan, dia juga enggan memasang target berlebihan bagi pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di Japan Open tersebut. 

Menurut dia, pasangan yang meraih medali perak di Korea itu, tidak diberikan target lebih kepada mereka di Jepang.  “Untuk Kevin/Marcus, kalau lihat kondisi mereka saat ini, saya tidak mau memasang target khusus buat mereka di Jepang. Dilihat kondisi dulu besok mereka seperti apa,” ujar Herry Iman.

  Herry menjelaskan, target awal Kevin/Marcus di Korea Open Super Series memang bisa menembus babak final. Dan, target tersebut sudah berhasil mereka genggam. "Hanya saja kondisi mereka memang menurun saat di final. Saya melihat cara main mereka juga tidak seperti biasanya. Kualitas menyerangnya kurang maksimal, 60-70 persen,” ungkapnya. 

Memang, Kevin/Marcus terhenti di babak final, usai berhadapan dengan Mathias Boe/Carsten Mogensen, 19-21, 21-19 dan 15-21. Kekalahan ini menjadi yang keempat kalinya setelah lima kali pertemuan. Terakhir keduanya berhadapan di Piala Sudirman 2017. Kevin/Marcus saat itu kalah 21-16, 22-24 dan 21-23. 

Sementara untuk dua pasangan lainnya, Berry/Hardianto dan Rian/Fajar, akan dipantau pencapaiannya di turnamen ini. “Dua pasangan ini baru naik dari level grand prix. Mereka harus ketemu dengan pemain level dunia ranking 1 sampai 10 mereka harus coba. Jadi saya ingin melihat seberapa jauh kapasitas mereka di level ini," papar dia. (ben)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%