Ferrari Punya Pace Lebih Baik, Hanya Butuh Keberuntungan

Selasa, 03 Oktober 2017 | 13:46
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
IMPRESIF: Dua pembalap Tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel (kiri) dan Kimi Raikkonen dalam latihan bebas kedua atau free practice (FP2) ajang F1 2017 tampil impresif di Sirkuit Sepang, Malaysia

INDOPOS.CO.ID - Jika nantinya bintang Mercedes Lewis Hamilton sukses merengkuh gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk keempat kalinya musim ini, sebagian besar penyebabnya adalah keberuntungan. Terutama raihan poin “cuma-cuma” yang didapat dari dua balapan terakhir. Mercedes sendiri kini sedang dalam tren penurunan performa.

Dari dua balapan terakhir, GP Singapura dan Malaysia, Sebastian Vettel kehilangan 34 poin. Di Singapura, Vettel gagal finis akibat tabrakan karambol dengan Max Verstappen (Red Bul—TAG Heuer) dan rekan satu timnya sendiri Kimi Raikkonen.

Di Malaysia, Minggu (1/10) lalu, Vettel kembali kehilangan enam poin karena kerusakan turbo di sesi kualifikasi sehingga harus start dari posisi paling buncit. Perjuangannya mengejar ketertinggalan poin nyaris berhasil, karena pace Vettel jauh di atas Hamilton di Sepang. Walaupun akhirnya hanya bisa finis keempat, Vettel setidaknya sudah menunjukkan bahwa di sirkuit high speed yang mengalir, dan membutuhkan power mesin besar, Ferrari bisa sangat tangguh.

Sayangnya, senjata ampuh Vettel itu datang di saat yang tidak tepat- jika tidak ingin menyebutnya sangat terlambat. Saat balapan hanya menyisakan lima seri dan jarak dengan Hamilton sudah terbentang jauh, SF70H justru menunjukkan top performanya. Bisa jadi, melonjaknya performa mobil Vettel, karena Ferrari mengganti semua elemen utama mobil dengan yang baru.

Diketahui bahwa Ferrari telah memasang MGU-H dan turbo kelima untuk mesin Vettel. Unit kelima berarti sudah melampaui jatah maksimal yang diperbolehkan dalam satu musim yakni empat. Penggantian dua suku cadang utama tersebut secara teori seharusnya diganjar 20 grid penalti. Tapi karena Vettel start dari posisi buncit, penalti tersebut tidak berarti apa-apa.

Dengan kondisi tersebut Vettel bakal datang ke Suzuka, Jepang 8 Oktober nanti dengan mesin fresh. Meskipun pembalap Jerman itu khawatir tabrakan dengan Lance Stroll (Williams-Mercedes) saat slow lap usai balapan sedikit mengkhawatirkannya. Terutama jika benturan itu merusak gearbox mobilnya. “Kami akan cek nanti. Jika terjadi, itu akan menjadi kejutan lain akhir pekan nanti (Suzuka),” ucapnya.

Jika nantinya harus mengganti gearbox di Jepang, Vettel harus menghadapi penalti grid lima posisi. Karena gearbox yang dipakai Vettel di Malaysia baru dipasang saat GP Singapura. Padahal satu unit gearbox harus dipakai dalam enam seri. Mudah-mudahan ketakutan Vettel tidak terjadi. Suzuka, lagi-lagi, adalah sirkuit yang nyaris sama karakternya dengan Sepang. Cepat dan mengalir. Di atas kertas Mercedes adalah favorit di trek 5.8 kilometer itu.

Namun melihat performa W08 di Sepang, Ferrari dan Red Bull punya peluang besar untuk bersaing. Bos Mercedes Toto Wolff mengakui performa kehilangan timnya anjlok. Indikasi terbesar adalah ketika Valtteri Bottas yang start dari posisi kelima bisa disalip Vettel. Rata-rata pace Vettel berada 1,2 detik di atas pembalap Mercedes per-lapnya.

Di sinilah peluang Ferrari tetap terbuka. Setidaknya, Vettel tidak perlu merasa kalah hingga secara matematika pelungnya tertutup. Apalagi dengan tren positif Red Bull yang terus menanjak, Ferrari bisa memanfaatkan itu. Jika Vettel bisa merengkuh juara di Suzuka, sementara di belakangnya ada Raikkonen, Verstappen, dan rekan setimnya Daniel Ricciardo, jarak poin bisa terkepras signifikasn. Meskipun pada kenyataanya tidak akan semudah itu. Namun peluang itu ada. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%