Asprov DKI Layangkan Mosi Tidak Percaya

Terdapat 4 poin terhadap Asprov PSSI DKI pimpinan Gusti Randa

Kamis, 12 Oktober 2017 | 21:18
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Asprov PSSI DKI

Sejumlah asosiasi kota dan klub anggota asosiasi provinsi DKI Jakarta melayangkan mosi tidak percaya terhadap exco asprov PSSI DKI.

Mereka menuangkan mosi tidak percaya ke dalam 4 butir pernyataan sikap atas anggota komite eksekutif PSSI DKI serta pelaksanaan Kongres Asprov PSSI DKI 2017. 

Mereka mendesak agar asosiasi anggota dan klub anggota meminta kepada Asprov PSSI DKI Jakarta segera menyelenggarakan kongres paling telat 18 oktober 2017.

Anggota asosiasi kota dan klub meminta agar PSSI Pusat mengambil alih pelaksanaan Kongres Asprov PSSI DKI Jakarta karena Pengurus Asprov sudah tidak kredibel dan profesionak dalam menjalankan roda organisasi. Terutama pelaksanaan Kongres pada 7 oktober 2017, mundur 18 oktober 2017 dan mundur lagi.

"Kami Asosiasi Kota dan Klub Anggota menolak kehadiran Gusti Randa dalam pelaksanaan Kongres Asprov PSSI DKI Jakarta karena sudah tidak memiliki legitimasi di mata anggota dengan mengundurkan diri sepihak sebagai ketuaAsprov PSSI DKI Jakarta," demikian pernyataan sikap anggota asosiasi kota dan klub DKI Jakarta dalam keterangan tertulis

Poin terakhir, asosiasi kota dan klub melayangkan mosi tidak percaya terhadap Komite Eksekutif PSSI DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Plt. Vivien Sungkono. 

Rinci Gunawan dari klub Bina Mutiara menilai, banyak manipulasi untuk membohongi stakeholder sepakbola termasuk pelatih pengurus dan pemilik. "Selama kepengurusan mereka.  Pengurus asprov sudah tidak amanah, tidak kredibel, dan tidak profisonal dalam menjalankan organisasi," ujar Rinci.

Terutama menyangkut jadwal Kongres, dari semula 7 Oktober menjadi 18 Oktober 2017 . "Agenda Kongres kembali tentatif karena tidak pasti," ketua Rinci melanjutkan.

Kebobrokan PSSI DKI ini sudah jauh terlihat kala Gusti Randa terpilih menjadi anggota. Kegiatan di Asprov DKI vakum. Paling parah pada 2015 , Asprov DKI absen dari ajang  Piala Soeratin. Gusti Randa kemudian mengundurkan diri sebagai sebagai ketua Asprov dan menunjuk Vivien sebagai plt. 

Erwin Mahyudin dari klub Pemuda Jaya menjelasakan, pada era Vivien terjadi perubahan komposisi komite eksekutif tanpa melalui mekanisme Kongres alias di luar 'statuta'. Termasuk pergantian Sekretaris Jenderal dan Wakil Ketua.

"Semua dilakukan sewenang-wenang tanpa melalui mekanisme organisasi. Benny Erwin sebagai exco menjadi Sekretaris Jenderal, bertukar posisi dengan Muklas Rowie Daeng Rizal naik pangkat, dari posisi anggota exco menjadi wakil ketua," tutur Erwin.

Berangkat dari masalah tersebut, para asosiasi anggota tudan klub berpikir cerdas dan jernih untuk sepakbola DKI. "Sekarang waktu tepat untuk merapatkan barisan mengubah sepak bola di DKI agar dipimpin orang cerdas serta memiliki pengetahuan sepak bola dan dapat menghargai kami sebagai satu kesatuan keluarga besar asprov PSSI DKI," 

Dalam kesempatan sama,  Zulkifli, Ketua Umum Laskar Muda meminta semua anggota merapatkan barisan. Dia menilai, Kongres buatan Asprov ilegal karena sudah menyalahi aturan tanpa transparansi.

"Karena itu, kami bergandengan tangan mengeluarkan Mosi tidak percaya kepada exco Asprov PSSI  DKI selama ini tidak amanah dan minim kontribusi untuk sepakbola DKI."

"Buka hati buka mata agar bisa mengubah Asprov PSSI DKI Jakarta. Karena cuma asosiasi anggota dan klub bisa mengambil Alih Kongres ini tanpa menunggu lagi sampai 11 November dan belum tentu terlaksana."

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%