Penambahan Nomor Even Asian Games 2018, Menguji Surat Sakti Menpora

Jumat, 13 Oktober 2017 | 10:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Menpora Imam Nahrawi

JAKARTA - Negosiasi penambahan nomor even andalan Indonesia di Asian Games 2017 bakal bergulir kembali. Kali ini, Menpora Imam Nahrawi berkirim surat langsung kepada Presiden OCA (Olympic Council of Asia )terkait upaya penambahan nomor even tersebut.

Surat bernomor 10.9.3/MENPORA/RA/DIV/X/2017 tersebut berisikan proposal penambahan 11 nomor baru dari tiga cabang olahraga andalan Indonesia. Antara lain, tiga nomor coumpund dari panahan, empat nomor sport climbing dan empat nomor cabor taekwondo. "Penting diketahui, 11 nomor event yang kami usulkan kembali merupakan nomor andalan Indonesia," kata Menpora Imam Nahrawi. Kesempatan Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah datang ke Jakarta 15 Oktober lusa akan menjadi momentum penentuan.

Surat resmi itu sebagai awalan sebelum pertemuan Imam dengan Presiden OCA. Nantinya juga dijadwalkan bertemu dengan Ketua Dewan Pengarah Inasgoc (Panitia penyelenggara Asian Games 2018), Jusuf Kalla. "Surat sakti" Menpora itu diharapkan membuka jalan selebar-lebarnya dalam upaya melakukan negosiasi tersebut.

Negosiasi tingkat elit itu akan menjadi penentuan nasib Indonesia di Asian Games 2018. Sebab, 11 nomor event itu kerap memberikan prestasi buat Indonesia pada sejumlah ajang internasional.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya sudah ditetapkan 40 cabor, 67 disiplin lomba dan 462 nomor event. Dengan rencana penambahan tersebut nantinya akan menjadi 473 nomor event. Ini berbanding terbalik dengan rencana pemerintah agar ada cost efektif dalam penyelanggaraan AG 2018.

Wakil Sekjen Inasgoc, Harry Warganegara Harus menerangkan rencana pemerintah itu sejak awal menjadi perhatian timnya. Bahkan pada 15 September lalu, Inasgoc juga sudah berkirim surat resmi kepada OCA terkait nomor andalan Indonesia yang belum terakomodasi itu.

Hasilnya? proposal itu ditolak pada General Assembly yang kala itu berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan. "Makanya, jalan terakhir ya di situ nantinya (15 Oktober, Red)," ujarnya. Pada momentum tersebut juga akan ada penandatangan revisi Host City Contract (HCC) antara OCA dengan ketua KOI Erick Thohir plus dua gubernur, Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. (nap)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%