Ditinggal Pergi Gasly, Tim Toro Rosso-Renault Belum Punya Pembalap

Sabtu, 14 Oktober 2017 | 11:37
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Daniil Kvyat

INDOPOS.CO.ID - Kursi balap Toro Rosso-Renault kosong jelang GP Amerika Serikat pekan depan. Rookie mereka Pierre Gasly diminta Honda untuk membalap di ajang yang diterjuninya selama setahun terakhir, Super Formula, Jepang. Sementara Carlos Sainz Jr dipastikan melakoni debutnya bersama Renault.

Gasly melakoni debutnya yang impresif bersama Toro Rosso di GP Malaysia. Pembalap Prancis tersebut datang menggeser posisi Daniil Kvyat yang dianggap kurang perform sepanjang musim ini. Hasil memuaskan di penampilan debutnya, Gasly tampil lagi di GP Jepang, di Suzuka 8 Oktober lalu.

Seri berikutnya, GP Austin 22 Oktober bentrok dengan seri terakhir Super Formula. Gasly saat ini berada di posisi kedua klasemen pembalap dengan selisih setengan poin dari rivalnya Hiroaki Ishiura. Di seri terakhir ini, dia berpeluang menyalip sang lawan dan menjuarai ajang tersebut.

Awalnya, Gasly diproyeksikan untuk tetap berlaga di F1. Namun Team Mugen, yang didukung Honda meminta agar pembalap 22 tahun tersebut membalap di seri terakhir dan menjuara Super Formula. Karena lawannya adalah tim utama Toyota. Ajang Super Formula adalah pertaruhan gengsi pabrikan-pabrikan besar di Jepang.

“Dua opsi yang sama-sama membuatku bersemangat. Kalau ke Super Formula dan bertarung untuk gelar juara dan kembali lagi ke F1 di Meksiko hingga mengakhiri musim ini dengan Toro Rosso rasanya luar biasa. Karena sebuah gelar juara amatlah penting. Tapi jika saya harus ke Austin dan membalap untuk Toro Rosso, saya pun tidak akan komplain, karena ini adalah peluang yang fantastis,'' ungkap Gasly di tengah GPJepang.

Sementara kursi balap yang ditinggalkan Sainz Jr bakal diisi kembali oleh Daniil Kvyat, slot kosong milik Gasly masih meninggalkan tanda tanya. Muncul nama pembalap New Zealand Brendon Hartley sebagai kandidat kuat. Hartley pernah menjadi pembalap cadangan Red Bull pada musim 2009-2010. Pernah sekali melakukan uji coba bersama Red Bull pada 2008 dan dua kali bersama Toro Rosso pada 2009, sebelum akhirnya keluar dari program pembalap junior Red Bull.

Pembalap 27 tahun tersebut juga pernah ambil bagian dalam uji coba pembalap muda Mercedes pada 2012. Juga menjajal simulator milik Mercedes. Hartley punya poin yang cukup untuk mendapatkan super license dan membalap di Formula 1. Tapi saat ini, dia sedang dikontrak Porsche untuk tampil di ajang World Endurance Championship (WEC). Akhir pekan ini, Hartley bisa mengamankan gelar WEC jika bisa menang di Fuji, Jepang.

Kabarnya, Bos Toro Rosso Franz Tost ingin menggunakan GP Austin untuk menyeleksi kandidat untuk mengisi dua kursi balap yang masih tahun depan. Gasly menjadi kandidat terkuat untuk mengisi satu kursi kosong. Tapi untuk satu lainnya belum ditemukan kandidatnya.

Hartley kabarnya, sudah sangat dekat dengan kesepakatan kontrak dengan tim Chip Ganassi yang berlaga di IndyCar musim depan. Itu berarti, akan ada kendala kontrak yang harus diselesaikan Toro Rosso jika mau membawanya ke Austin pekan depan. Jika tidak memungkinkan, kandidat lain yang diincar adalah Sebastian Buemi yang menjuarai Formula E musim lalu. Buemi adalah pembalap junior Red Bull musim 2009-2011. (cak)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%