Tontowi/Liliyana Masih Haus Trofi, Tommy Target Juara

Selasa, 07 November 2017 | 18:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Tontowi/Liliyana akan mengikuti tiga turnamen lagi hingga akhir 2017 dan menargetkan bisa meraih trofi (Wahyudin/Jawa Pos)

INDOPOS.COID - Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir masih haus akan trofi meski telah meraih pelbagai gelar sepanjang 2017. Terakhir, mereka menjadi juara Prancis Terbuka Superseries Premier 2017 pada akhir Oktober lalu.

“Alhamdulillah dan bersyukur dikasih kesempatan bisa berbicara di level dunia, padahal umur sudah enggak muda lagi. Saya 30 tahun, Butet 32 tahun. Apalagi kami tampil dengan kondisi enggak 100 persen, baru 80 persen. Butet masih cedera," kata Tontowi seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group).

Tontowi/Liliyana yang menduduki peringkat ketiga dunia akan tampil di Tiongkok Terbuka Superseries Premier yang berlangsung pada 14-19 November. Kemudian, berlanjut di Hong Kong Terbuka Superseries pada pekan berikutnya. Terakhir, pada turnamen penting sebagai penutup tahun pada Super Series Masters Finals di Dubai.

Tommy Sugiarto target juara di Hong Kong Terbuka 2017

Tommy Sugiarto target juara di Hong Kong Terbuka 2017 (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

Bagi Tontowi, dirinya memiliki alasan khusus untuk mengejar gelar demi gelar juara lain setelah sukses di Olimpiade 2016. Semua dilakukan demi keluarga. Bukan cuma semangat dari istri, Michelle Nabila Harminc, tapi juga buah hatinya, Danish Arsenio Ahmad.

“Motivasi saya untuk bisa terus menjadi juara, setelah semua yang kami dapatkan di All England, juara dunia, dan Olimpiade, tentunya kembali lagi kepada keluarga," beber Tontowi.

Sementara itu, setelah absen di Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka, tunggal putra Tommy Sugiarto akan mengikuti Hongkong Terbuka Superseries pada 21-26 November nanti. Tommy bertekad meraih hasil terbaik di turnamen tersebut.

Prestasi Tommy sepanjang 2017 memang kurang mengembirakan. Dia baru meraih satu gelar yakni, Thailand Masters 2017, Februari lalu. Saat itu, Tommy meraih kemenangan dua set langsung atas pemain tuan rumah, Kantaphon Wangcharoen, dengan 21-17, 21-11.

Hanya saja, setelah meraih gelar tersebut, permainan Tommy mengalami penurunan. Dia mengalami kekalahan di tiga turnamen bergengsi, Tiongkok Terbuka, Jepang Terbuka, dan Korea Terbuka.

Saat ini, Tommy berada di peringkat 28 dunia, di bawah rekannya Anthony Sinisuka Ginting (15) dan Jonathan Cristie (17). Peringkat Tommy merosot drastis karena absen di Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka. (epr/jpg/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%