Fakta Ironis Seputar Kampiun BFC

Margin poin BFC dengan pesaing terdekat, Bali United juga semakin besar akibat putusan Komisi Disiplin PSSI pada Mitra Kukar.

Kamis, 09 November 2017 | 22:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Bhayangkara FC

INDOPOS.CO.ID - Bhayangkara FC (BFC) diambang juara Liga 1 2017 usai memetik kemenangan 3-1 atas Madura United (8/11) di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan.  Margin poin BFC dengan pesaing terdekat, Bali United juga semakin besar akibat putusan Komisi Disiplin PSSI pada Mitra Kukar.

Naga Mekes, julukan Mitra Kukar bermain imbang 1-1 dengan BFC dalam laga pekan ke-33, Jumat (3/11) lalu. Tapi kemudian, Mitra Kukar kalah WO 0-3 oleh PSSI karena menurunkan gelandang Mohamed Sissoko. Eks-pemain Liverpool ini mendapat sanksi larangan bertanding karena terkena kartu merah . Namun, Mitra Kukar nekat memainkan Sissoko 

Keputusan menang WO atas Mitra Kukar  membuat Bhayangkra FC mendapat tambahan tiga poin lagi. Kini mereka melesat ke posis puncak klasemen dengan koleksi 68 poin,memimpin  tiga angka dari Bali United. 

Kedua tim menyisakan satu laga penutup di musim ini tapi Bali United sudah kalah secara head-to-head. PSSI masih menunda status juara Bhayangkara FC karena menunggu hasil banding Mitra Kukar.

Kejadian nonteknis lain juga mewarnai perjalanan BFC. Meski berpeluang juara, skuat asuhan Simon McMenemy tersebut dipastikan absen dari ajang gelaran sepakbola tingkat regional atau benua. 

PSSI telah menolak banding BFC dalam proses lisensi klub AFC musim ini. Sebab mereka belum dapat memenuhi 49 poin yang ditetapkan AFC hingga deadline yang ditentukan.

Salah satu poin AFC adalah kepemilikan stadion. Sebagian besar klub Liga 1, termasuk Bhayangkara FC rupanya masih menumpang ke stadion milik pemerintah masing-masing daerah, termasuk lapangan latihan.

Fakta miris ironis BFC selama berkiprah di sepak bola nasional. 

1. Putusan Sidang Komdis
Peta persaingan juara Liga 1 berubah-ubah jelang laga pamungkas, Minggu (12/11). Sebelum Putusan Komite Disiplin PSSI (Komdis) diumumkan, BFC memimpin 1 poin dari Bali United di puncak klasemen.

Namun dua poin tambahan didapat The Guardian setelah  Mitra Kukar terkena sanksi akibat memainkan pemain ilegal. Gelandang Mitra Kukar Mohamed Sissoko dilarang tampil pada pekan ke-33 kontra  BFC karena masih menjalani larangan bermain.

Kini, Bali United berada di peringkat dua dengan defisit tiga poin dari BFC. Jika BFC kalah pada laga terakhir melawan Persija Jakarta, mereka tetap keluar sebagai juara karena unggul head-to-head atas Bali United.

3. Absen di Piala AFC
Harapan Bhayangkara FC untuk bisa tampil di kompetisi Asia musim depan dipastikan kandas. Sebab PSSI menolak banding mereka terkait lisensi klub profesional AFC.

Bukan hanya Bhayangkara FC, dua tim papan atas Liga 1 Persipura Jayapura dan PSM Makassar juga mengalami nasib serupa. Komite Banding PSSI menolak banding The Guardian lantaran tak memiliki kriteria krusial yang wajib dipenuhi sebagai klub profesional.

Salah satunya adalah infrastruktur. Seperti diketahui BFC masih menumpang markas di Stadion Patriot, Bekasi yang notabene merupakan milik pemerintah daerah.

Berasal dari Tim Dualisme
Pergantian nama dilakukan pemilik klub PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) sebanyak empat kali sepanjang musim 2015. Mulai dari Persebaya United, Bonek FC, Surabaya United, kemudian Surabaya United Bhayangkara.

Kepolisian Republik Indonesia yang punya saham mayoritas akhirnya mengubah nama klub menjadi Bhayangkara FC. Nama Bhayangkara FC ini dipakai mulai dari turnamen jangka panjang Torabika Soccer Championship (TSC 2016) hingga Liga 1 2017.

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%