Indonesia dan Lebanon Teken Kerjasama di Bidang Kepemudaan dan Olahraga

Sabtu, 11 November 2017 | 16:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi (kedua dari kiri) dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Lebanon Mohammmad Fneish (kedua dari kanan) berpose usai menyepakati kerjasama pengetahuan di bidang kepemudaan dan keolahragaan di Beirut, Lebanon. Foto : istimewa

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Indonesia dan Lebanon kembali menjalin kerjasama. Kali ini, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan hubungan pada bidang kepemudaan dan olahraga. Hal itu disampaikan langsung oleh Menpora Indonesia Imam Nahrawi melalui sebuah keterangan tertulis yang diterima INDOPOS, Sabtu (11/11/2017).

Dalam keterangan itu, Menpora menyebut kesepakatan telah dibuat antara dirinya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Lebanon Mohammmad Fneish di Beirut, Lebanon.  Yang dituangkan kedalam sebuah Letter of Intent (LoI).

Ia menjelaskan, kerjasama bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan hubungan kedua Negara yang sudah terjalin erat sejak lama. Dalam LoI itu juga disebutkan, kedua belah pihak berkeinginan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan di bidang kepemudaan dan olahraga.

"Kami berencana akan membantu pengembangan olahraga di Lebanon khususnya dalam dua cabang olahraga yang menjadi keunggulan Indonesia yaitu bulutangkis dan pencak silat," jelas Menpora Imam Nahrawi.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pemerintah Lebanon tertarik mengembangkan olahraga bulutangkis di sana. Sebagai Negara yang punya tradisi panjang dalam bulutangkis, Indonesia dikatakan Menpora menyambut baik keinginan tersebut dan akan membantu dengan mengirimkan pelatih.

Sedangkan untuk pencak silat, Indonesia saat ini sedang gencar melakukan promosi. Sebagai negeri asal pencak silat, Indonesia berkepentingan menggalakkan olahraga ini di dunia internasional. Selain sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan, hal ini juga penting untuk diplomasi olahraga.

"Kami punya mimpi pencak silat dipertandingkan secara resmi di Olimpiade. Itu membutuhkan promosi pencak silat ke berbagai penjuru dunia. Harus menyebar dulu di sebanyak mungkin negara. Butuh dukungan puluhan negara supaya sebuah cabang disetujui IOC untuk dipertandingkan di Olimpiade," tambah Imam lagi.

Selama ini hubungan Indonesia dan Lebanon memang bernilai historis. Setelah Mesir, Lebanon menjadi salah satu negara yang paling awal mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia pada 1947. Saat banyak negara belum menyatakan pengakuan terhadap eksistensi Republik Indonesia, Lebanon bersama beberapa negara Timur Tengah lainnya memberikan pengakuan secara de facto dan de jure, ketika Republik Lebanon dipimpin oleh Presiden Bekhara el-Khouri.

“Hubungan erat yang historis itu pantas untuk terus dieratkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam hal ini berinisiatif meningkatkan kerjasama, terutama di bidang keolahragaan,” tutup Menpora Imam Nahrawi.

Dalam penandatanganan LOI yang dilakukan di Kantor Pemuda dan Olahraga Beirut ini Menpora Imam Nahrawi didampingi oleh Duta Besar RI untuk Lebanon H Achmad Chozin Chumaidy.(rmn)

Editor : Afiat Ananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%