Data dan Fakta Seputar Liga 1: Sang Kampiun dengan Kekalahan Terbanyak

Pro dan kontra mengiringi langkah BFC menuju tangga juara Liga 1

Senin, 13 November 2017 | 19:58
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Bhayangkara FC merayakan gelar juara Liga 1

INDOPOS.CO.ID - Liga 1 musim 2017 tutup buku. Tim mitra Kepolisian Republik Indonesia, Bhayangkara FC  (BFC) keluar sebagai juara menorehkan 68 poin dari 34 partai sepanjang musim .

BFC keluar sebagai juara meski musim belum rampung. Pro dan kontra mengiringi gelar juara The Guardians tersebut. Sepak terjang BFC menuju tangga juara berbau kontroversi setelah PSSI mengubah hasil duel BFC kontra Mitra Kukar .

Komisi Disiplin PSSI menyatakan BFC menang 3-0 dari karena Mitra Kukar memainkan pemain ilegal . Padahal, kedua kubu sudah  bermain imbang 1-1. Bali United diposisi kedua geram dengan keputusan ini, karena tanpa kemenangan itu, Bali United masih bisa keluar sebagai juara .

Pada pertandingan terakhir, Minggu (12/11), Bhayangkara FC kalah 1-2 dari Persija Jakarta di Stadion Patriot. Unggul lebih dulu lewat Ilja Spasojevic, Bhayangkara harus menyerah setelah Ramdani Lestaluhu memborong dua gol untuk Persija.

Liga 1 sendiri berlangsung selama delapan bulan, mulai dari pertengahan April hingga pertengahan November. Berbagai drama terjadi di kompetisi kasta tertinggi di sepak bola Tanah Air tersebut.

Pada pekan ke-32 misalnya di partai PSM Makassar kontra  Bali United. Dua pemain Bali United, Slyvano Comvalius dan Stefano Lilipaly terlibat perkelahian karena salah paham.

Drama berlanjut pada pekan ke-33 saat PT. Liga Indonesia memutuskan untuk memberi tiga poin pada Bhayangkara FC . Poin itu diberikan setelah Mitra Kukar yang jadi lawan Bhayangkara di pekan ke-33 memainkan Mohamed Sissoko.

Padahal, Sissoko sedang tidak boleh bermain lantaran akumulasi kartu. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pun memutuskan untuk memberi kemenangan 3-0 bagi Bhayangkara.

Keputusan ini menimbulkan pro-kontra. Lewat Instagram, beberapa pemain Bali United mengutarakan kekecewaanya. Maklum, Bali adalah pesaing terdekat Bhayangkara dalam perburuan gelar juara.

Selain drama-drama yang terjadi, beberapa fakta menarik juga tercipta di Liga 1. Berikut di antaranya.

 
1. BFC juara dengan Kekalahan Terbanyak
Bhayangkara juara dengan jumlah kekalahan 10 kali. Jumlah ini  terbanyak dari para juara Liga Indonesia format satu wilayah sejak musim 2010/11.

Pada musim 2010/11, Persipura juara dengan jumlah kekalahan dua kali. Satu musim setelahnya, Sriwijaya FC juara dengan lima kekalahan. Persipura kembali juara dengan dua kekalahan di musim 2013.

2. Rekor Peri Sandria pecah
Rekor pencetak gol terbanyak milik Peri Sandria di Liga Indonesia pecah.  Bomber Bali United, Sylvano Comvalius menggusur posisi Peri dalam buku sejarah Liga Indonesia.

Comvalius total mengemas 37 gol sepanjang musim. Bomber asal Belanda ini unggul tiga gol dari jumlah 34 gol Peri Sandria  telah bertahan sejak 1994/95.

3. Marquee Player
Panggung Liga 1 musim ini ramai dengan marquee player. Tidak tanggung-tanggung, para pemain tersebut pernah mencicipi pentas sepak bola Eropa.

Persib Bandung merekrut Michael Essien dan Carlton Cole. Semen Padang mengontrak Didier Zokora. Madura United mendatangkan Peter Odemwingie, disusul Mitra Kukar menggaet Mohamed Sissoko.

Namun di antara  mereka justru belum bisa memberikan  perubahan signifikan. Carlton Cole malah harus dipecat di pertengahan kompetisi karena minim kontribusi.

4. Lumbung Gol Bernama Persegres
Persegres Gresik telah dipastikan terdegradasi dari Liga 1. Ironis, Agus Indra dan kawan-kawan juga menjadi lumbung gol klub-klub Liga 1 .

Dari 34 pertandingan, Persegres mencetak  26 gol dan kebobolan 104 gol! Persegres kebobolan rata-rata tiga gol per pertandingan. 

Sepanjang musim, Persegres hanya mengoleksi 10 poin. Dengan rincian, menang 2 kali, imbang 4 kali dan kalah 28 kali.

5. Bali United Terproduktif
Bhayangkara FC boleh saja keluar sebagai juara. Namun, Bali United ternyata tercatat sebagai tim paling produktif di Liga 1. Serdadu Tridatu total mengemas 76 gol atau 2,2 gol per laga. Dari 76 gol itu, 37 di antaranya disumbang oleh Sylvano Comvalius.

Yang luar biasa, Bali juga beberapa kali berhasil menang lebih dari empat gol. Melawan Arema misalnya, Bali menggila dengan mencetak enam gol untuk mengakhiri pertandingan dengan skor 6-1.

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%