Mau Dibawa ke Manakah Arema

Rendra: Semua Pihak Harus Duduk Bersama

Selasa, 14 November 2017 | 14:17
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SELEBRASI: Para pemain menghampiri striker andalan Arema Christian Gonzales menutup wajah karena gagal menjebol gawang, walau Arema sukses melibas tim PS TNI.

INDOPOS.CO.ID - Masalah yang dihadapi Arema FC di Liga 1 benar-benar kompleks. Mulai dari prestasi yang jeblok hingga sepinya stadion. Lalu, apa yang harus dilakukan Arema FC agar masalah ini jangan sampai terulang di musim depan?

Seperti diketahui, Arema FC mengakhiri musim Liga 1 di peringkat sembilan klasemen akhir. Arema FC mengumpulkan 49 poin, hasil dari 13 kemenangan, 10 seri, dan 11 kekalahan. Presiden Kehormatan Arema FC Rendra Kresna menyatakan, soal prestasi, Arema FC memang tidak selalu berada di atas. ”Bahkan, Arema itu pernah terdegradasi,” ujar dia.

Bahkan, bila dibandingkan dengan Indonesia Super League musim 2011/2012, apa yang dicapai Arema FC di Liga 1 masih lebih baik. Kala itu, Arema finis di posisi 13 dan mengumpulkan 38 poin. Namun, ketika jebloknya prestasi juga diiringi dengan makin rendahnya animo suporter, hal itu mengundang pertanyaan besar.

Dia pun berharap, semua pihak yang terkait dengan Arema FC harus segera duduk bersama. “Saya lihat Arema pernah hanya didukung 3.000 penonton, pasti ada sesuatu. Baik itu jajaran direksi, Aremania, maupun tokoh-tokoh sepak bola. Banyak hal yang harus kita bicarakan,” ujar pria yang juga bupati Malang.

Rendra memang enggan berbicara mendetail soal apa saja kekurangan dari Arema FC. Tapi, berbicara soal Liga 1 musim ini, masalahnya bisa jadi amat kompleks.  “Anda mungkin sepakat bila terjadi anomali di Liga 1. Tim-tim besar yang sebelumnya punya tradisi juara, atau setidaknya stabil di papan atas malah jeblok,” sindirnya.

Persib Bandung, juara Indonesia Super League (ISL) 2014 (kompetisi resmi terakhir yang digelar di Indonesia sebelum turunnya sanksi dari FIFA) malah babak belur di Liga 1. Persib hanya mampu finis di posisi 13.  Nasib lebih tragis di alami Semen Padang. Tim yang masuk babak delapan besar ISL 2014 itu malah terdegradasi dan harus bermain di Liga 2 musim depan.

Sebaliknya, tim-tim ”jaman now” macam Bhayangkara FC, Bali United, dan Madura United malah mampu menembus papan atas. Bhayangkara FC bahkan mengakhiri musim dengan menjadi juara Liga 1. Selain soal anomali, kebijakan transfer pemain Arema FC juga bisa menjadi penyebab jebloknya prestasi. Terutama soal transfer pemain asing.

Arema FC terlalu tergesa-gesa saat merekrut Juan Pablo Pino. Demi mengisi slot marquee player, Pino pun direkrut ketika kompetisi sudah mulai berjalan.  Meski pernah memperkuat klub elite Eropa seperti AS Monaco dan Galatasaray, kontribusi Pino buat Arema FC belum maksimal. Dia hanya tampil dalam 18 laga bersama Arema FC. Selebihnya, Pino lebih banyak berkutat dengan cedera dan masalah kebugaran. Bahkan, pada laga terakhir melawan Borneo FC Jumat lalu (10/11), Pino absen.

Karena itu, Rendra berharap, lewat evaluasi itu, Arema FC bisa menemukan solusi. Semua pihak harus menemukan kata sepakat ”Mau Dibawa ke Mana Arema” musim depan. Itu juga menyangkut target apa yang ingin dicapai musim depan. Yang jelas, Arema FC harus meraih prestasi lebih baik ketimbang musim ini.  ”Moga-moga ke depan tidak hanya menjadi kebanggaan Aremania. Tapi, juga kebanggaan persepakbolaan nasional,” pungkasnya. (gg/c2/muf)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%